BISNIS.HOTNEWS.ID - Sebuah isu sensitif mengenai kesejahteraan personel koperasi desa sempat mengguncang Bojonegoro, Jawa Timur, menyusul berhentinya operasional sejumlah gerai. Peristiwa ini dipicu oleh sistem pengelolaan dan pengupahan yang diterapkan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara terhadap para pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Kejadian yang menjadi sorotan publik ini terjadi ketika sebanyak 80% dari total 85 gerai KDKMP di Bojonegoro memutuskan untuk menghentikan seluruh kegiatan mereka secara serentak. Aksi mogok operasional ini berlangsung pada tanggal 3 Juli 2026, menandakan adanya persoalan mendasar yang perlu segera diselesaikan.

Menanggapi meluasnya pemberitaan di ranah media sosial mengenai kekecewaan para pengelola, pihak perusahaan akhirnya angkat bicara. PT Agrinas Pangan Nusantara menegaskan bahwa mereka telah mencermati seluruh dinamika yang berkembang di publik terkait isu pengupahan tersebut.

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menjadi juru bicara resmi perusahaan dalam merespons keresahan yang muncul. Ia menyatakan bahwa perusahaan menaruh perhatian besar terhadap setiap masukan yang disampaikan oleh para personel di lapangan.

Joao Angelo De Sousa Mota secara eksplisit menyampaikan rasa terima kasih atas semua perhatian dan kepedulian yang telah ditunjukkan oleh masyarakat luas terhadap permasalahan ini. Hal ini menunjukkan kesediaan perusahaan untuk mendengarkan kritik yang ada.

Lebih lanjut, Joao menegaskan posisi tegas perusahaan mengenai komitmen mereka terhadap sumber daya manusia yang terlibat dalam jaringan KDKMP. Ia menyampaikan bahwa "Kesejahteraan para personel adalah prioritas yang tidak pernah kami kompromikan," ujar Joao dalam akun Instagram pribadinya @bung.joaomota.

Pernyataan resmi ini disampaikan oleh Dirut Agrinas Pangan Nusantara sebagai bentuk transparansi perusahaan dalam menghadapi krisis kepercayaan publik. Pernyataan tersebut dikutip pada hari Kamis, 9 Juli 2026, beberapa hari setelah aksi penghentian operasional terjadi.

Perusahaan menyatakan bahwa mereka memahami sepenuhnya keresahan yang dialami oleh para pengelola gerai akibat isu mengenai proses penggajian yang beredar luas. Langkah ini diambil untuk menenangkan situasi dan memastikan bahwa akar masalah segera ditangani secara profesional.

Dilansir dari sebuah unggahan media, Joao Angelo De Sousa Mota juga menekankan bahwa meskipun sistem pengelolaan sedang dievaluasi, komitmen utama perusahaan tetap mengarah pada peningkatan kualitas hidup para pengelola KDKMP.