BISNIS.HOTNEWS.ID - Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Said Abdullah, menyuarakan pentingnya penyesuaian kebijakan pemerintah terkait cukai rokok. Dorongan ini secara spesifik ditujukan untuk memberikan perlakuan afirmatif bagi pabrikan rokok yang masuk dalam kategori golongan III.
Said Abdullah menggarisbawahi bahwa kebijakan ini sangat krusial untuk memastikan keberlanjutan operasional industri hasil tembakau di tanah air. Langkah afirmatif ini diharapkan dapat mencegah penutupan usaha kecil dan menengah di sektor tersebut.
Tujuan utama dari usulan ini adalah untuk memperluas cakupan penggunaan cukai secara resmi di kalangan produsen rokok. Dengan demikian, diharapkan ada peningkatan kepatuhan dan penerimaan negara dari sektor industri tersebut.
Selain itu, Said Abdullah menekankan bahwa dukungan terhadap pabrikan golongan III juga akan berdampak positif pada penyerapan tenaga kerja lokal. Industri yang stabil merupakan penopang penting bagi stabilitas ekonomi mikro di daerah produksi.
Pemerintah didesak untuk lebih mendalami dan memahami keragaman struktur industri rokok nasional yang ada saat ini. Industri ini memiliki skala produksi dan jenis usaha yang sangat bervariasi, tidak seragam.
Said Abdullah memberikan contoh spesifik mengenai kondisi di wilayah Madura, di mana mayoritas pabrikan rokok tergolong dalam kategori III. Pabrikan di sana memiliki kapasitas produksi yang berbeda-beda dan beragam jenis produk yang dihasilkan.
"Kita harus mampu memahami karakter dan corak industri rokok di tanah air. Industri rokok, terutama yang di daerah saya seperti di Madura ini levelnya banyak sekali, dan rata rata berada golongan III," kata Said dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).
Permintaan ini menunjukkan adanya kesadaran politik mengenai perlunya kebijakan yang adaptif terhadap realitas lapangan industri, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
Dilansir dari sumber berita terkait, Said Abdullah berharap pemerintah dapat segera mempertimbangkan usulan ini demi menjaga ekosistem industri tembakau yang lebih sehat dan inklusif.