BISNIS.HOTNEWS.ID - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengambil langkah proaktif dalam mengatasi kepadatan lalu lintas yang terjadi di jalur penyeberangan penting antara Ketapang di Jawa Timur dan Gilimanuk di Bali. Langkah ini merupakan bagian dari rekayasa lalu lintas yang telah direncanakan guna memastikan kelancaran mobilitas.
Operasi penambahan armada dan penataan arus ini bukan merupakan inisiatif tunggal, melainkan hasil kolaborasi lintas sektoral yang terstruktur. Upaya ini diajukan bersama dengan Kementerian Perhubungan, otoritas KSOP, Kepolisian, serta dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan Provinsi Jawa Timur.
Selain itu, seluruh operator kapal yang beroperasi di lintasan tersebut juga dilibatkan secara aktif dalam pelaksanaan rekayasa lalu lintas ini. Keterlibatan semua pihak menunjukkan keseriusan dalam menangani potensi kemacetan di titik vital tersebut.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa pengerahan armada tambahan ini bertujuan utama untuk menjaga kelancaran konektivitas antara Pulau Jawa dan Pulau Bali. Konektivitas ini sangat krusial bagi pergerakan masyarakat dan rantai distribusi logistik nasional.
"Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa dan menyampaikan permohonan maaf atas kondisi yang terjadi," ujar Heru Widodo dalam keterangan tertulisnya pada hari Senin, 29 Juni 2026.
Heru Widodo menambahkan bahwa sejak awal terjadinya peningkatan volume kendaraan, semua pemangku kepentingan telah bekerja sama secara intensif. Mereka berupaya memastikan bahwa layanan penyeberangan tetap berjalan dengan standar aman, lancar, dan dapat diandalkan oleh publik.
Lowongan Emas Bagi Fresh Graduate: Pintu Magang Nasional 2026 Dibuka Pertengahan Juli
Sebanyak 30 unit kapal laut dikerahkan secara bertahap untuk meningkatkan frekuensi keberangkatan dan mengurangi waktu tunggu antrean di pelabuhan. Armada tambahan ini diharapkan dapat menyerap volume kendaraan yang melonjak tajam.
Rekayasa lalu lintas ini mencakup penataan alur kendaraan di area pelabuhan serta optimalisasi jadwal berlayar antar kapal. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir penumpukan kendaraan yang berpotensi menghambat kelancaran arus barang dan jasa.
Dikutip dari keterangan resmi tersebut, fokus utama ASDP adalah mengembalikan normalitas pelayanan secepat mungkin tanpa mengorbankan aspek keselamatan dan keamanan pelayaran. Langkah antisipatif ini diharapkan dapat meredam potensi penumpukan lebih lanjut di masa mendatang.