BISNIS.HOTNEWS.ID - Produsen kendaraan listrik terkemuka asal China, BYD Co., baru-baru ini memberikan respons tegas terhadap tuduhan yang mengklaim bahwa mereka telah melanggar regulasi lingkungan hidup di Hungaria. Tuduhan ini muncul seiring dengan proses pembangunan pabrik pertama mereka di wilayah Uni Eropa.
Adapun lokasi pembangunan pabrik yang menjadi sorotan adalah di kota Szeged, Hungaria bagian selatan. Perusahaan tersebut dituduh melakukan praktik yang tidak sesuai dengan standar lingkungan yang berlaku dalam proses konstruksi fasilitas tersebut.
Secara spesifik, isu yang diangkat adalah dugaan pemindahan material tanah yang dikategorikan sebagai bahan beracun dari lokasi pembangunan ke area lain di luar kompleks pabrik. Investigasi mengenai dugaan pelanggaran ini telah diluncurkan oleh pihak kepolisian Hungaria.
Menanggapi tuduhan serius ini, Stella Li, wakil presiden eksekutif BYD, menyatakan bahwa klaim tersebut sepenuhnya tidak berdasar. Ia menyampaikan hal ini dalam sebuah acara internasional yang diadakan di Belgrade pada Jumat malam.
"Itu adalah klaim palsu, jadi kami sudah memiliki pengacara untuk menanggapi hal itu karena kami tidak melakukan kesalahan apa pun," kata wakil presiden eksekutif BYD, Stella Li.
Langkah kepolisian Hungaria ini menandakan adanya perubahan signifikan dalam penanganan isu lingkungan terkait industri kendaraan listrik yang sedang berkembang pesat di negara tersebut. Pemerintahan baru Perdana Menteri Peter Magyar menunjukkan keseriusan dalam mengawasi sektor ini.
Perkembangan ini terjadi setelah masalah serupa yang diabaikan ketika pemerintahan sebelumnya dipimpin oleh Viktor Orban. Kini, pengawasan ketat juga turut menyasar produsen komponen penting lainnya dalam rantai pasok EV.
Selain BYD, beberapa perusahaan besar lainnya yang bergerak di sektor baterai kendaraan listrik juga dilaporkan mendapatkan perhatian khusus dari otoritas setempat. Hal ini termasuk produsen baterai terkemuka seperti Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. dan Samsung SDI.
Tindakan tegas dari pemerintah Hungaria di bawah kepemimpinan baru ini menunjukkan komitmen mereka untuk memastikan bahwa ekspansi industri hijau dilakukan sesuai dengan koridor hukum dan perlindungan lingkungan yang berlaku. Dilansir dari Bloomberg, respons BYD menegaskan kesiapan mereka untuk menghadapi proses hukum terkait isu ini.