BISNIS.HOTNEWS.ID - Sebuah seruan mendesak telah dilayangkan oleh lebih dari 200 ekonom terkemuka dan para peneliti di bidang kecerdasan buatan (AI). Mereka memperingatkan perlunya tindakan segera untuk mengantisipasi dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh kemajuan teknologi AI.

Para pakar ini menilai bahwa AI memiliki potensi untuk mengubah lanskap perekonomian dunia secara fundamental. Perubahan ini juga dikhawatirkan dapat memicu fenomena penggantian tenaga kerja manusia dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Peringatan tersebut disampaikan melalui sebuah surat terbuka yang dirilis oleh Stanford Digital Economy Lab. Dokumen krusial ini telah ditandatangani oleh ratusan tokoh penting, termasuk 16 penerima penghargaan Nobel.

Selain akademisi, surat tersebut juga didukung oleh para eksekutif dari perusahaan teknologi raksasa seperti Anthropic, Google, dan OpenAI, menunjukkan keseriusan kekhawatiran ini di kalangan industri.

Para penandatangan surat tersebut menggarisbawahi bahwa kemampuan AI diperkirakan akan mengalami peningkatan signifikan dalam dekade mendatang. Perkembangan ini berpotensi membawa transformasi ekonomi yang jauh melampaui Revolusi Industri.

"AI dapat menjadi jauh lebih kuat dalam 10 tahun ke depan. Hal ini dapat mendorong transformasi ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya, bahkan lebih besar dibanding Revolusi Industri, namun berlangsung dalam waktu yang jauh lebih singkat," tulis surat tersebut, dikutip dari AP, Kamis (16/7/2026).

Di satu sisi, perkembangan pesat AI ini memang menawarkan peluang besar. Peningkatan produktivitas dan kemajuan standar hidup masyarakat global dipandang sebagai potensi positif yang dapat diraih.

Namun, sisi lain dari kemajuan ini juga menimbulkan kekhawatiran. AI dinilai berisiko memicu pergeseran atau bahkan hilangnya pekerjaan dalam skala masif jika langkah antisipasi tidak dilakukan sejak dini.

Dilansir dari AP, surat tersebut menekankan bahwa "AI dapat menjadi jauh lebih kuat dalam 10 tahun ke depan. Hal ini dapat mendorong transformasi ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya, bahkan lebih besar dibanding Revolusi Industri, namun berlangsung dalam waktu yang jauh lebih singkat."