BISNIS.HOTNEWS.ID - What (Apa yang Terjadi):
Pertumbuhan kredit yang disalurkan oleh sektor perbankan nasional menunjukkan adanya perlambatan signifikan pada bulan Mei 2026. Meskipun demikian, secara agregat, angka pertumbuhan kredit masih tercatat positif.
Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, total akumulasi kredit perbankan pada periode tersebut berhasil tumbuh sebesar 10,8% secara tahunan atau year-on-year (yoy). Angka ini mengindikasikan adanya moderasi dalam laju ekspansi penyaluran dana.
When (Kapan):
Perlambatan pertumbuhan kredit ini terjadi secara spesifik pada periode bulan Mei tahun 2026. Periode ini menjadi sorotan karena menunjukkan adanya perubahan dinamika dalam permintaan dan penawaran kredit di pasar keuangan domestik.
Why (Mengapa Terjadi Perlambatan):
Salah satu indikasi utama yang menyertai perlambatan ini adalah adanya tekanan pada segmen kredit konsumsi masyarakat. Hal ini memicu pertanyaan mengenai dampak dari kontraksi ini terhadap daya beli riil rumah tangga di Indonesia.
How (Bagaimana Pertumbuhan Tetap Positif):
Meskipun kredit konsumsi menunjukkan penurunan momentum, laju pertumbuhan kredit secara keseluruhan masih tertopang kuat oleh segmen lainnya. Segmen korporasi dan investasi terbukti menjadi penopang utama kinerja ekspansi kredit.