BISNIS.HOTNEWS.ID - Pasar modal Indonesia mengalami tekanan jual pada hari perdagangan Selasa, 23 Juni 2026, yang tercermin dari penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks utama tersebut tercatat tergerus tipis sebesar 0,25% dari penutupan sebelumnya.
Penurunan poin yang dialami IHSG pada hari itu setara dengan kehilangan sebanyak 15,36 poin secara nominal. Kondisi ini menunjukkan adanya sedikit koreksi di tengah sentimen pasar yang berlangsung hari itu.
Saat penutupan sesi perdagangan, IHSG berhasil bertahan di level 6.101,33. Level penutupan ini menjadi indikator penting mengenai posisi akhir indeks pada hari tersebut.
Menariknya, pelemahan indeks tersebut terjadi di tengah aktivitas transaksi bursa yang justru tergolong cukup ramai. Baik nilai maupun volume saham yang berpindah tangan menunjukkan adanya pergerakan dana yang signifikan.
Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, meskipun IHSG terkoreksi, investor asing dilaporkan tetap menunjukkan minat beli terhadap saham-saham unggulan. Salah satu saham yang menjadi favorit utama mereka adalah BBRI.
Investor asing tampak memburu saham perbankan besar tersebut meskipun terjadi tekanan jual pada indeks secara keseluruhan. Hal ini mengindikasikan adanya pandangan jangka panjang terhadap prospek emiten tersebut.
Adanya perburuan saham oleh investor asing pada BBRI di tengah koreksi IHSG mengindikasikan adanya keyakinan terhadap fundamental perusahaan tersebut. Daftar saham favorit mereka biasanya mencerminkan sektor yang dianggap resilien.
"Investor asing tetap memburu BBRI di tengah koreksi IHSG: Inilah daftar saham favorit mereka," menggarisbawahi fokus investor internasional pada emiten tertentu meskipun kondisi pasar sedang lesu, sebagaimana dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM.
Dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM, penurunan IHSG sebesar 0,25% atau 15,36 poin pada perdagangan Selasa, 23 Juni 2026, menunjukkan bahwa pasar sedang melalui fase konsolidasi.