BISNIS.HOTNEWS.ID - Peristiwa menarik terjadi di Santa Clara, California, pada pertengahan Juni 2026, seiring dengan digelarnya perhelatan Piala Dunia. Sebuah stadion besar mengalami perubahan identitas visual yang cukup drastis dan mendadak.

Stadion yang dikenal sebagai Levi's Stadium harus berganti nama sementara selama turnamen berlangsung. FIFA menetapkan nama baru menjadi San Francisco Bay Area Stadium untuk keperluan logistik dan regulasi acara internasional tersebut.

Perubahan yang paling mencolok adalah penutupan logo ikonik Levi's. Logo batwing raksasa milik perusahaan celana jeans tersebut yang terpasang di fasad stadion ditutup rapat menggunakan terpal berwarna putih.

Penutupan ini dilakukan karena adanya kebijakan ketat FIFA yang dikenal sebagai clean stadium policy. Kebijakan tersebut melarang keras penampakan identitas komersial yang bukan merupakan sponsor resmi FIFA.

Levi's, meskipun merupakan pemilik hak penamaan stadion, tidak termasuk dalam kategori sponsor resmi yang telah membayar mahal untuk hak eksklusif selama Piala Dunia. Hal ini memaksa mereka mematuhi regulasi tersebut demi kelancaran acara.

Namun, respons Levi's terhadap situasi ini justru tidak biasa dan berbalik dari ekspektasi banyak pihak. Perusahaan tersebut mengambil langkah pemasaran yang cerdas memanfaatkan situasi yang terjadi.

Levi's kemudian mengunggah sebuah foto ke akun Instagram resmi mereka. Foto tersebut menampilkan logo mereka yang tertutup terpal putih tersebut.

Unggahan tersebut disertai dengan keterangan singkat yang mengundang perhatian publik. "menyambut dunia ke stadion [disensor] yang indah ini", kira-kira demikian bunyi keterangan yang diunggah oleh Levi's.

Lebih lanjut, Levi's menunjukkan komitmen mereka pada branding dengan mengganti foto profil akun Instagram mereka. Foto profil baru yang mereka pasang adalah gambar yang sama, yakni logo yang terbungkus terpal.