BISNIS.HOTNEWS.ID - Pemerintah Republik Indonesia secara proaktif menjajaki peluang perluasan pasar ekspor untuk komoditas pertanian andalan nasional ke kawasan Eropa Timur. Langkah strategis ini diharapkan mampu mendongkrak nilai perdagangan kedua negara di sektor agrikultur.

Salah satu fokus utama dalam upaya peningkatan ekspor ini adalah komoditas kakao dan minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO). Target volume ekspor yang ambisius telah ditetapkan untuk kedua produk unggulan tersebut dalam kerangka kerja sama yang baru.

Secara spesifik, Indonesia berencana untuk meningkatkan volume ekspor kakao hingga mencapai angka sekitar 120 ribu ton per tahun kepada mitra dagang di Belarus. Selain kakao, CPO juga menjadi komoditas prioritas dalam nota kesepahaman perdagangan ini.

Kesepakatan mengenai peningkatan volume ekspor ini merupakan hasil dari pertemuan bilateral tingkat tinggi yang telah dilaksanakan baru-baru ini. Pertemuan tersebut melibatkan Menteri Pertanian Indonesia dan mitranya dari Belarus.

Pertemuan krusial tersebut mempertemukan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, dengan Menteri Pertanian dan Pangan Belarus, Yuri Gorglov. Diskusi ini menjadi landasan konkret bagi implementasi kerja sama pertanian yang lebih erat.

Selain fokus pada peningkatan kuantitas ekspor komoditas utama, kedua belah pihak juga mencapai konsensus untuk memperkuat berbagai aspek kerja sama teknis lainnya. Ini mencakup transfer pengetahuan di bidang teknologi pertanian modern.

Kerja sama tersebut juga menyentuh aspek peningkatan infrastruktur pertanian, khususnya dalam hal modernisasi sistem irigasi yang efisien untuk mendukung produktivitas pertanian berkelanjutan. Kedua negara berkomitmen pada inovasi sektor ini.

Lebih lanjut, Pemerintah Indonesia juga memanfaatkan forum ini untuk mendorong investasi di sektor pertanian Belarus yang berpotensi memberikan keuntungan timbal balik bagi kedua negara. Ini membuka peluang pendanaan baru bagi pengembangan sektor pangan.

Kementerian Pertanian (Kementan) secara aktif mempromosikan berbagai komoditas unggulan Indonesia lainnya yang memiliki prospek ekspor menjanjikan ke pasar Belarus dan sekitarnya. Komoditas tersebut meliputi kelapa dan teh selain CPO dan kakao.