BISNIS.HOTNEWS.ID - Indonesia dan Belarusai menunjukkan komitmen kuat untuk mengintensifkan hubungan ekonomi bilateral kedua negara. Upaya ini dilakukan dengan menetapkan target ambisius untuk meningkatkan volume perdagangan secara signifikan dalam waktu mendatang.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, secara spesifik menargetkan bahwa total perdagangan antara Indonesia dan Belarusai dapat menyentuh angka US$ 500 juta. Angka ini merupakan peningkatan substansial dari nilai perdagangan mereka saat ini yang tercatat sebesar US$ 220 juta.
Target peningkatan perdagangan ini dibahas dalam rangkaian pertemuan penting antara Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia dengan Wakil Perdana Menteri Republik Belarusai, Viktor Karankevich. Pertemuan tersebut menjadi landasan strategis untuk mempererat kemitraan ekonomi.
Fokus utama kerja sama yang digarisbawahi dalam pertemuan tersebut adalah sektor-sektor industri kunci yang dinilai memiliki potensi besar. Kedua negara sepakat untuk menggarap kerja sama di bidang industri alat berat dan produksi pupuk.
Kunjungan delegasi Belarusai ini juga merupakan bagian krusial dalam persiapan kedatangan Presiden Belarusai, Alexander Lukashenko, yang dijadwalkan melakukan lawatan resmi ke Indonesia. Kunjungan kenegaraan tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 1 Juli mendatang.
Puncak kegiatan ekonomi dalam agenda ini adalah pelaksanaan forum bisnis yang mempertemukan langsung para pelaku usaha kedua negara. Dalam forum tersebut, telah disaksikan penandatanganan sebanyak 17 nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang bersifat Business to Business (B2B).
"Nah, pada kesempatan ini tadi disaksikan 17 MoU Business to Business dan kita melihat bahwa perdagangan Indonesia dengan Belarus yang nilainya sekitar US$ 220 juta ini sudah meningkat sejak kita menandatangani I-EAEU," ujar Airlangga Hartarto dalam forum tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat berbicara dalam acara Kadin Business Matching Indonesia-Belarus yang bertempat di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, pada hari Selasa, 30 Juni 2026.
Dilansir dari berbagai sumber, penandatanganan MoU B2B ini diharapkan menjadi katalisator nyata dalam merealisasikan peningkatan volume transaksi perdagangan kedua negara. Kerja sama ini diharapkan berlanjut pasca kunjungan kenegaraan Presiden Belarusai.