BISNIS.HOTNEWS.ID - British American Tobacco (BAT), salah satu pemain utama dalam industri tembakau dunia yang berbasis di Inggris, mengumumkan langkah restrukturisasi signifikan yang berpotensi mengurangi jumlah tenaga kerjanya secara global. Langkah efisiensi ini merupakan respons terhadap perubahan dinamika pasar dan dorongan transformasi bisnis perusahaan.

Langkah drastis ini mencakup pengurangan 9.000 karyawan, yang setara dengan hampir seperlima dari total populasi tenaga kerja perusahaan saat ini. Keputusan ini diambil seiring dengan adanya tren pelemahan permintaan terhadap produk rokok konvensional di pasar internasional.

Efisiensi ini juga didorong oleh upaya internal BAT untuk melakukan transformasi bisnis, termasuk integrasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam operasional mereka. Transformasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan di masa depan.

Dilansir dari BBC pada Selasa (30/6/2026), perusahaan yang bergerak di bidang tembakau ini saat ini tercatat mempekerjakan sekitar 47.000 karyawan di berbagai penjuru dunia. Angka ini menunjukkan skala besar dari restrukturisasi yang akan dilakukan oleh BAT.

Rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) tersebut akan dibagi menjadi dua kategori utama dalam proses efisiensi ini. Sebanyak 5.500 karyawan direncanakan akan mengalami PHK langsung.

Sementara itu, sejumlah 3.500 posisi lainnya akan dialihkan melalui mekanisme alih daya atau outsourcing kepada pihak ketiga. Ini berarti pekerjaan tersebut tidak lagi dikelola langsung oleh staf internal BAT.

Meskipun rencana pengurangan tenaga kerja ini telah diumumkan, BAT belum merinci lokasi spesifik negara atau departemen mana yang akan paling terdampak oleh restrukturisasi ini. Namun, perusahaan memberikan kepastian mengenai lini bisnis tertentu.

BAT memastikan bahwa operasi dan lini bisnis mereka di Amerika Serikat (AS) tidak akan terpengaruh oleh gelombang efisiensi yang sedang berlangsung ini. Keputusan ini memberikan sedikit kejelasan bagi staf di wilayah tersebut.

Perusahaan ini memproyeksikan bahwa langkah efisiensi dan transformasi ini akan memberikan dampak finansial yang signifikan. Diharapkan, hasil dari pemangkasan ini dapat menghemat biaya operasional perusahaan.