BISNIS.HOTNEWS.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan masih berada dalam tren pelemahan pada penutupan sesi pertama perdagangan hari ini, Senin, 27 Juli 2026. Tren negatif ini terjadi di tengah aktivitas jual yang cukup signifikan dari investor asing.

Aksi jual investor asing ini dilaporkan menjadi pendorong utama tergelincirnya IHSG. Sektor-sektor yang menjadi sasaran utama divestasi dana oleh investor asing meliputi sektor perbankan dan komoditas.

Hingga waktu menunjukkan pukul 12.00 WIB, IHSG tercatat mengalami koreksi sebesar 22,49 poin. Penurunan ini membawa indeks acuan pasar saham Indonesia tersebut berada pada level 6.173,94.

Perjalanan IHSG sepanjang sesi pertama perdagangan menunjukkan adanya fluktuasi. Indeks sempat mencatatkan rekor penguatan tertinggi pada angka 6.219,42.

Namun, momentum penguatan tersebut tidak mampu dipertahankan. IHSG kemudian kehilangan tenaga dan kembali bergerak ke zona merah hingga jeda perdagangan sesi pertama.

Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, pelemahan IHSG ini menjadi perhatian para pelaku pasar. Aksi jual yang dilakukan investor asing menjadi faktor utama yang perlu dicermati dalam pergerakan pasar selanjutnya.

"IHSG terpantau masih berada di zona merah hingga jeda perdagangan sesi pertama pada Senin, 27 Juli 2026," demikian kutipan dari sumber berita tersebut, mengacu pada kondisi pasar hingga siang hari.

Aktivitas jual dari investor asing ini secara spesifik menargetkan saham-saham yang tergabung dalam sektor perbankan dan komoditas. Hal ini mengindikasikan adanya pergeseran preferensi investasi dari investor internasional.

Pergerakan indeks yang sempat menguat sebelum akhirnya melemah menunjukkan adanya dinamika pasar yang cukup kompleks. Investor perlu mencermati sentimen yang mempengaruhi keputusan jual beli di pasar modal.