BISNIS.HOTNEWS.ID - Iran dilaporkan telah mengambil langkah pengamanan signifikan terhadap cadangan uraniumnya yang diperkaya mendekati tingkat senjata nuklir. Langkah ini dilakukan di tengah perkembangan proposal kesepakatan diplomatik dengan Amerika Serikat yang masih berjalan.

Menurut informasi intelijen Amerika Serikat yang diungkap oleh CNN, Teheran secara sengaja melakukan tindakan protektif yang ekstrem terhadap fasilitas penyimpanan material nuklir tersebut. Tindakan ini mencerminkan peningkatan kewaspadaan Iran terhadap potensi intervensi eksternal.

Aksi konkret yang dilakukan Iran adalah meruntuhkan terowongan-terowongan akses menuju fasilitas penyimpanan uranium. Selain itu, mereka juga memasang ranjau peledak pada titik-titik pintu masuk utama fasilitas tersebut.

Langkah-langkah pengamanan ini secara substansial meningkatkan kesulitan, bahaya, dan waktu yang dibutuhkan untuk mengakses material nuklir tersebut. Hal ini berbeda signifikan dibandingkan situasi sebulan sebelumnya.

"Saat itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengisyaratkan kemungkinan memerintahkan militer AS untuk menyita material nuklir tersebut," demikian informasi yang beredar mengenai latar belakang pengamanan ini.

Akses menuju sekitar setengah ton uranium dengan tingkat pengayaan tinggi kini menjadi jauh lebih rumit dan berisiko tinggi bagi siapa pun yang berniat mendekatinya.

Bahkan, proses pengambilan kembali uranium yang kini telah terkubur tersebut dilaporkan menjadi pekerjaan yang sulit dan berbahaya bagi pihak Iran sendiri. Ini menunjukkan tingkat isolasi yang diterapkan pada material tersebut.

"Operasi tersebut membutuhkan alat berat untuk penggalian serta proses pembersihan ranjau yang berisiko tinggi," ungkap salah satu sumber yang mengetahui situasi tersebut.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, langkah-langkah ini menunjukkan keseriusan Iran dalam melindungi aset nuklirnya dari potensi ancaman penyitaan seperti yang pernah disinyalir oleh Washington.