BISNIS.HOTNEWS.ID - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengambil langkah tegas untuk meluruskan informasi yang beredar luas di berbagai kanal media sosial belakangan ini. Bantahan resmi dikeluarkan menyusul munculnya rekaman video yang sangat menghebohkan publik.

Perlu diketahui bahwa video viral tersebut diduga kuat berisi pernyataan yang diklaim disampaikan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. Isi rekaman itu secara spesifik menyinggung mengenai dugaan kerugian besar yang dialami oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Pihak Kemenkeu menegaskan bahwa video yang telah beredar luas tersebut tidak mencerminkan pernyataan asli dari Menteri Keuangan. Mereka menekankan bahwa konten tersebut adalah hasil rekayasa digital yang sangat canggih dan menyesatkan.

Rekayasa digital yang dimaksud oleh Kementerian Keuangan dikenal dengan istilah deepfake. Teknologi kecerdasan buatan (AI) digunakan untuk memanipulasi visual dan audio sehingga terlihat seolah-olah Menteri Sri Mulyani benar-benar mengucapkan hal tersebut.

"Pihak Kemenkeu menegaskan bahwa konten video tersebut adalah hasil rekayasa digital yang sangat canggih, dikenal sebagai deepfake," demikian pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan.

Hal ini berarti bahwa rekaman yang beredar luas di masyarakat sama sekali tidak memuat pernyataan otentik dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Video tersebut merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan.

Dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM, penegasan ini penting agar publik tidak terkecoh oleh informasi palsu yang disebarkan melalui platform digital. Kementerian berupaya menjaga kepercayaan publik terhadap informasi resmi yang disampaikan oleh pejabat negara.

Kemenkeu mengimbau masyarakat untuk selalu bersikap kritis dan melakukan verifikasi silang sebelum memercayai atau menyebarluaskan konten video yang sensitif, terutama yang menyangkut pejabat publik dan isu ekonomi negara.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Tren.bisnismarket. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.