BISNIS.HOTNEWS.ID - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah meluncurkan program terobosan dengan menggandeng 18 rumah sakit unggulan di Indonesia. Inisiatif ini bertujuan untuk memproyeksikan pengembangan sektor wisata kesehatan (health tourism) di tanah air.

Proyek percontohan ini melibatkan sejumlah fasilitas kesehatan ternama, termasuk RS Pondok Indah, RS Hermina Kemayoran, BIMC Nusa Dua, RS Mayapada Lebak Bulus, RS Siloam Semanggi, RS Pondok Indah Bintaro, dan RS Siloam Karawaci. Keikutsertaan mereka menandai kesiapan untuk meningkatkan standar layanan.

Seluruh rumah sakit yang terpilih ini akan menjadi bagian dari katalog wisata kesehatan yang sedang komprehensif disusun oleh Kemenparekraf. Ditargetkan rampung pada Oktober 2026, katalog ini akan berfungsi sebagai platform promosi krusial untuk layanan kesehatan berkualitas yang ditawarkan Indonesia.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Rizki Handayani, menekankan pentingnya kolaborasi erat. Pengembangan wisata kesehatan dinilai sangat bergantung pada sinergi kuat antara sektor kesehatan dan pariwisata demi menghadirkan layanan yang mampu bersaing secara global.

"Pertemuan ini sangat strategis untuk memperkuat pengembangan wisata kesehatan di Indonesia. Inisiatif ini telah dibangun sejak penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kesehatan," ujar Rizki Handayani dalam sebuah pertemuan di Jakarta, dikutip Jumat (24/7).

Ia menambahkan bahwa kini adalah momentum krusial untuk mempererat kolaborasi. "Kini saatnya memperkuat kolaborasi antara industri pariwisata dan industri kesehatan agar mampu menciptakan ekosistem yang saling mendukung," kata Rizki Handayani.

Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang solid. Sinergi ini penting untuk memastikan Indonesia mampu menawarkan paket wisata kesehatan yang menarik dan terjangkau bagi pelancong dari dalam maupun luar negeri.

Melalui program ini, Kemenparekraf berupaya memposisikan Indonesia sebagai destinasi utama untuk layanan kesehatan berkualitas. Fokus pada peningkatan mutu dan promosi yang efektif menjadi kunci utama keberhasilan strategi ini.

Dikutip dari Bloomberg Technoz, inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani antara Kemenparekraf dan Kementerian Kesehatan. Kerjasama ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan visi wisata kesehatan yang unggul.