BISNIS.HOTNEWS.ID - Suasana di kawasan kuliner Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, mulai menggeliat ramai seiring masuknya waktu makan siang. Deretan lapak makanan menawarkan beragam hidangan yang mengundang selera para pengunjung.

Di tengah hiruk pikuk tersebut, aroma masakan gurih dari berbagai gerai berbaur dengan riuh percakapan pembeli dan suara lalu lintas yang melintas. Keramaian ini menjadi pemandangan rutin yang menandakan puncak aktivitas harian di sentra kuliner tersebut.

Salah satu pelaku usaha yang tampak sibuk melayani adalah Asim, pria berusia 50 tahun. Ia terlihat sangat cekatan dalam menangani pesanan dari pelanggan yang sudah mengular di depan dan samping lapaknya.

Asim dikenal karena keahliannya dalam mengolah ayam, khususnya ayam penyet dan ayam bakar yang menjadi menu andalannya. Tangannya terampil membalik ayam bakar di atas panggangan untuk memastikan kematangan sempurna.

Kecepatan layanan Asim kini semakin tertopang oleh hadirnya inovasi digital dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Layanan pembayaran digital QRIS menjadi salah satu penunjang utama kelancaran operasional bisnisnya.

Penggunaan sistem pembayaran nontunai ini terbukti signifikan mempercepat alur transaksi yang masuk ke lapaknya. Hal ini memungkinkan Asim melayani lebih banyak pelanggan dalam waktu yang lebih singkat.

Bagi Asim, yang dulunya berprofesi sebagai tukang ojek, adaptasi terhadap teknologi pembayaran ini merupakan langkah strategis dalam mengembangkan bisnis kuliner yang kini digelutinya. Selain QRIS, dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI juga turut memegang peranan penting.

Dikutip dari sumber berita terkait, sistem pembayaran nontunai ini membuat alur transaksi usahanya menjadi lebih cepat. Ini menunjukkan bagaimana integrasi antara UMKM dan layanan perbankan dapat mendorong efisiensi operasional.

Asim membuktikan bahwa dengan semangat pantang menyerah dan dukungan finansial serta teknologi yang tepat, seorang mantan pekerja jasa transportasi bisa sukses merintis dan mengembangkan usaha kuliner di jantung ibu kota.