BISNIS.HOTNEWS.ID - Perkembangan signifikan dalam pemberantasan kejahatan transnasional dilaporkan terjadi setelah Amerika Serikat mengklaim keberhasilan dalam operasi penargetan. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi menyatakan bahwa salah satu gembong kejahatan paling dicari telah berhasil dilumpuhkan.

Pernyataan ini secara spesifik menunjuk pada tewasnya Niño Guerrero, sosok yang dikenal sebagai pemimpin utama dari organisasi kriminal kartel Tren de Aragua. Informasi ini disampaikan langsung oleh Presiden Trump melalui platform media sosial pribadinya.

Operasi penumpasan ini diklaim merupakan hasil dari koordinasi yang erat antara otoritas Amerika Serikat dengan pihak berwenang di Venezuela. Hal ini menandai sebuah langkah maju dalam upaya internasional menanggulangi jaringan kriminal tersebut.

Dalam unggahannya, Trump menekankan bahwa keberadaan kelompok kriminal tersebut kini telah terancam secara signifikan di seluruh wilayah operasinya. "Teroris Tren de Aragua tidak lagi memiliki tempat berlindung yang aman di Venezuela maupun di tempat lain," kata Trump dalam unggahan di Truth Social.

Perlu dicatat bahwa penetapan status kelompok ini sebagai organisasi teroris telah dilakukan oleh pemerintahan Trump sebelumnya. Trump menetapkan Tren de Aragua sebagai organisasi teroris pada awal masa jabatan keduanya tahun lalu.

Tren de Aragua sendiri adalah sebuah organisasi kriminal yang memiliki sejarah panjang dan berkembang pesat di Amerika Latin. Kelompok tersebut bermula dari sebuah penjara di Venezuela lebih dari satu dekade lalu sebelum berkembang ke berbagai negara di Amerika Latin.

Jaringan kriminal ini kemudian memperluas operasinya hingga mencapai Amerika Serikat. Ekspansi ini dilakukan melalui keterlibatan mereka dalam berbagai aktivitas ilegal, termasuk perdagangan manusia serta memfasilitasi migrasi ilegal antarnegara.

Sumber berita mengenai klaim ini, yang dirilis oleh Matthew James Mcarthur dari Bloomberg News, menegaskan bahwa pernyataan tersebut berasal langsung dari Presiden AS. Dikutip dari Bloomberg News, klaim ini mengindikasikan adanya terobosan besar dalam perang melawan kejahatan terorganisir lintas batas negara.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Bloombergtechnoz. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.