BISNIS.HOTNEWS.ID - Pergerakan harga berbagai komoditas pangan strategis di Indonesia menunjukkan dinamika yang beragam pada perdagangan hari terakhir pekan ini. Beberapa kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga, sementara komoditas lain justru menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan.
Kenaikan harga terpantau pada komoditas seperti bawang merah, bawang putih, daging sapi kualitas I, gula pasir lokal, minyak goreng, dan beberapa jenis beras yang menjadi sorotan utama. Fluktuasi ini memengaruhi daya beli masyarakat terhadap kebutuhan sehari-hari.
Data yang dihimpun dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia menjadi acuan utama dalam memantau tren ini. Pengumpulan data dilakukan pada hari Minggu, 14 Juni 2026, pukul 10.07 WIB.
Untuk sektor beras, harga rata-rata kualitas super I tercatat berada di angka Rp17.550 per kilogram (kg). Angka ini menunjukkan adanya kenaikan sebesar Rp50, atau setara dengan pertumbuhan 0,29% dari periode sebelumnya.
Kenaikan juga terlihat pada beras kualitas super II yang mencapai rata-rata harga Rp17.000 per kg, mengalami peningkatan sebesar 0,20%. Sementara itu, beras kualitas medium I mengalami kenaikan Rp50, menjadikannya Rp16.250 per kg atau naik 0,31%.
Kelompok bumbu dapur menjadi salah satu sektor yang mengalami lonjakan harga paling substansial, khususnya pada bawang merah. Harga rata-rata nasional untuk bawang merah tercatat mencapai Rp55.450 per kg.
Kenaikan harga bawang merah ini cukup signifikan, yakni sebesar Rp1.100, yang merefleksikan kenaikan persentase sebesar 2,02%. Hal ini menunjukkan adanya tekanan pada pasokan atau permintaan untuk komoditas bumbu dapur tersebut.
Lebih mencolok lagi, harga bawang putih ukuran sedang dilaporkan melonjak tajam hingga mencapai Rp42.300 per kg. Kenaikan ini terhitung sebesar Rp3.450, atau setara dengan lonjakan persentase mencapai 8,88% dari harga sebelumnya.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, pergerakan harga ini mencerminkan kondisi pasar terkini di Jakarta dan sekitarnya pada periode pengamatan tersebut. Kondisi ini memerlukan perhatian khusus dari pemangku kepentingan terkait.