BISNIS.HOTNEWS.ID - Jakarta, CNBC Indonesia— Perdagangan saham pada Kamis, 23 Juli 2026, diwarnai oleh aktivitas menarik dari investor asing yang menunjukkan minat signifikan. Mereka memborong saham-saham yang terafiliasi dengan dua grup konglomerat raksasa di Indonesia.

Perhatian investor asing ini terfokus pada perusahaan-perusahaan yang berada di bawah naungan Grup Prajogo Pangestu dan Grup Bakrie. Fenomena ini terjadi bersamaan dengan tren pelemahan yang dialami oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Peristiwa ini mengindikasikan adanya strategi investasi yang berbeda dari investor asing dalam menghadapi kondisi pasar yang sedang mengalami koreksi. Alih-alih menarik diri, mereka justru memilih untuk memperkuat posisi pada aset-aset yang dianggap memiliki prospek jangka panjang.

Grup Prajogo Pangestu, yang dikenal dengan berbagai lini bisnisnya yang kuat, menjadi salah satu tujuan utama aliran dana asing. Aktivitas pembelian saham di emiten-emitennya menunjukkan kepercayaan investor terhadap fundamental dan potensi pertumbuhan perusahaan-perusahaan di bawah grup ini.

Demikian pula, Grup Bakrie, dengan sejarahnya yang panjang di kancah bisnis Indonesia, juga menarik perhatian investor asing. Langkah ini bisa jadi mencerminkan optimisme terhadap rencana restrukturisasi atau potensi pemulihan kinerja perusahaan-perusahaan grup tersebut.

Koreksi IHSG yang terjadi pada hari yang sama menciptakan peluang bagi investor untuk mengakuisisi saham-saham berkualitas dengan harga yang lebih menarik. Hal ini merupakan strategi umum dalam investasi saham, yaitu memanfaatkan volatilitas pasar untuk mendapatkan nilai lebih.

"Investor asing menunjukkan minat signifikan terhadap saham-saham yang terafiliasi dengan dua grup konglomerat besar Indonesia, yakni Grup Prajogo Pangestu dan Grup Bakrie," demikian kutipan dari artikel asli.

Aktivitas beli investor asing ini terjadi di tengah tren pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 23 Juli 2026. Hal ini menunjukkan adanya divergensi antara pergerakan indeks secara umum dengan minat spesifik pada saham-saham unggulan.

Pergerakan pasar ini memberikan gambaran mengenai dinamika investasi pasca-koreksi. Investor asing tampaknya melihat peluang di tengah ketidakpastian sementara yang dialami pasar secara keseluruhan.