BISNIS.HOTNEWS.ID - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, secara konsisten menekankan pentingnya peningkatan peredaran uang primer atau base money (M0) sebagai instrumen kunci untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Pernyataan ini sering ia sampaikan dalam berbagai forum resmi.

Base money sendiri merujuk pada jumlah uang kartal yang beredar di masyarakat. Selain itu, juga mencakup simpanan wajib minimum bank komersial yang disimpan di Bank Indonesia (BI) sebagai cadangan.

Dalam pemaparannya di hadapan Komisi XI DPR RI mengenai laporan kinerja keuangan 2025, Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan definisi operasional dari base money. Ia menggarisbawahi bahwa indikator ini merupakan "bibit" dari peredaran uang selanjutnya yang sepenuhnya dikendalikan oleh Bank Indonesia.

Menurut Purbaya, observasi pada periode pertengahan tahun 2023 hingga awal tahun 2025 menunjukkan stagnasi pertumbuhan uang primer. Fakta serupa juga terdeteksi pada periode April hingga Agustus 2025, di mana pertumbuhan M0 dilaporkan hampir mendekati nol.

Beliau mengaitkan kondisi ini dengan pandangan ekonom legendaris Amerika Serikat, Milton Friedman. Menurut Friedman, pertumbuhan uang primer yang stagnan atau nol mengindikasikan adanya upaya negara dalam menahan laju pertumbuhan ekonomi.

"Jadi kita pakai indikator dasar, kita bilang base money atau money supply (M0). Base money itu adalah uang yang betul-betul dikendalikan oleh BI, merupakan bibit dari uang-uang yang berikutnya terjadi," papar Purbaya saat memaparkan laporan kinerja keuangan 2025 di hadapan Komisi XI DPR RI, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Purbaya Yudhi Sadewa memberikan contoh historis dari Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve. Ia menyebutkan bahwa Federal Reserve pernah melakukan kelalaian serupa dengan tidak memantau M0 secara cermat.

"Bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve pernah melakukan kesalahan yang sama, mereka tidak monitor M0. Suatu saat M0 ditarik ke bawah -15,3%. Apa yang terjadi? Maret 2023, ada kasus Silicon Valley Bank," kata Purbaya.

Kondisi tersebut, menurut Purbaya, menjadi pelajaran berharga mengenai dampak signifikan dari pengelolaan uang primer terhadap stabilitas sistem keuangan, sebagaimana terbukti dari kasus Silicon Valley Bank yang terjadi pada Maret 2023.