BISNIS.HOTNEWS.ID - Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax, yang memiliki spesifikasi Research Octane Number (RON) 92, baru-baru ini mengalami penyesuaian signifikan di tingkat konsumen. Kenaikan ini membawa harga jualnya mencapai Rp16.250 per liter pada pekan ini.
Angka tersebut menunjukkan lonjakan substansial, yakni sekitar 32% jika dibandingkan dengan harga sebelumnya yang berada di level Rp12.300 per liter. Kenaikan harga ini disebut terjadi setelah adanya dinamika geopolitik, khususnya imbas dari perang di kawasan Timur Tengah.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, Jakarta, Pertamax pertama kali diperkenalkan kepada publik oleh PT Pertamina (Persero) pada tanggal 10 Desember 1999. Peluncuran ini merupakan langkah strategis perusahaan energi nasional.
Pertamax hadir sebagai opsi pengganti dua jenis BBM sebelumnya, yaitu Premix 1994 dan Super TT 1998. Alasan utama pergantian ini adalah kandungan metil tersier-butil eter (MTBE) yang dinilai memiliki potensi bahaya bagi lingkungan hidup.
Bahan bakar dengan oktan 92 ini juga diperkaya dengan zat aditif khusus yang dikembangkan oleh Pertamina. Zat aditif yang ditambahkan di kilang Pertamina ini dikenal dengan nama Pertatec.
Aditif Pertatec tersebut diklaim memberikan sejumlah keunggulan operasional bagi mesin kendaraan yang menggunakannya. Manfaatnya meliputi pembakaran yang diklaim lebih sempurna, menjaga kebersihan mesin, serta meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar.
PT Pertamina Patra Niaga (PPN) telah memberikan rekomendasi spesifik mengenai jenis kendaraan yang paling sesuai menggunakan Pertamax. Rekomendasi ini didasarkan pada spesifikasi teknis mesin kendaraan.
"Pertamax direkomendasikan untuk kendaraan yang memiliki kompresi 9,1—10,1, terutama yang telah menggunakan teknologi setara dengan Electronic Fuel Injection (EFI) dan catalytic converters," tulis PT Pertamina Patra Niaga (PPN) dalam situs resminya.
Sebagai penanda historis, harga Pertamax pada masa peluncurannya sempat berada di kisaran Rp2.450 per liter, sebuah angka yang kontras dengan harga rekor tertinggi yang tercatat pada saat ini.