BISNIS.HOTNEWS.ID - Perkembangan signifikan tengah terjadi dalam hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran, di mana kedua negara dikabarkan semakin mendekati sebuah kesepakatan damai sementara. Kesepakatan ini memiliki tujuan utama membuka kembali jalur vital Selat Hormuz yang krusial bagi perdagangan global.

Kesepakatan yang sedang dinegosiasikan ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengakhiri ketegangan yang selama ini telah merusak perekonomian dunia dan memicu ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah. Meskipun demikian, adanya pernyataan yang saling bertentangan dari kedua belah pihak masih menyisakan unsur ketidakpastian mengenai hasil akhir dari upaya diplomasi ini.

Salah satu perkembangan penting datang dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengonfirmasi pembatalan rencana serangan udara terhadap Iran yang sempat hampir dieksekusi pada hari Kamis. Keputusan ini diambil setelah adanya sinyal positif dari meja perundingan.

Lebih lanjut, Presiden Trump menyampaikan bahwa para negosiator telah berhasil mencatat kemajuan signifikan dalam langkah-langkah menuju kesepakatan tersebut. Hal ini mengindikasikan adanya perubahan substansial dalam sikap kedua negara dalam beberapa waktu terakhir.

Seorang pejabat senior dari pemerintahan Amerika Serikat memberikan penilaian optimis mengenai prospek keberhasilan negosiasi tersebut. Pejabat tersebut menyebutkan bahwa peluang kesepakatan untuk ditandatangani kini berada di kisaran 80% hingga 85%.

Namun, pejabat tersebut juga menekankan bahwa proses ini tidak berjalan mulus, di mana masih terdapat kelompok garis keras di internal Iran yang menunjukkan penolakan terhadap terobosan diplomatik yang tengah dicapai saat ini. Dinamika internal ini menjadi salah satu tantangan utama yang harus diatasi.

Di sisi Iran, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi memberikan konfirmasi melalui media sosial X mengenai kedekatan tercapainya kesepakatan. "Memorandum Kesepahaman Islamabad belum pernah sedekat ini untuk terwujud," ujar Abbas Araghchi.

Menteri Araghchi juga menambahkan bahwa seluruh rincian yang telah disepakati akan diumumkan secara resmi kepada publik pada waktu yang sudah ditentukan. Dilansir dari Bloomberg News, Presiden Trump kemudian membagikan ulang unggahan penting dari Menteri Luar Negeri Iran tersebut.

Dukungan internasional juga mengalir, terutama dari Pakistan, yang berperan sebagai mediator. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan bahwa naskah akhir dari kesepakatan damai tersebut telah berhasil disepakati oleh kedua belah pihak.