BISNIS.HOTNEWS.ID - Eksistensi Pasar Padurenan Baru yang berlokasi di Kota Bekasi kini tengah menghadapi tantangan serius terkait penurunan aktivitas komersialnya. Kawasan yang dulunya merupakan pusat niaga bagi warga sekitar kini dilaporkan mengalami kemunduran signifikan.
Kondisi yang sangat disayangkan terlihat di mana area pasar tersebut kini bahkan telah dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan sampah. Hal ini menunjukkan adanya perubahan drastis dalam fungsi ruang publik tersebut dari pusat transaksi menjadi area yang tidak terawat.
Berdasarkan pantauan yang dilakukan oleh tim detikcom di lapangan pada hari Senin, tanggal 15 Juni 2026, kondisi pasar tersebut menunjukkan pemandangan yang sepi dan kurang bergairah. Jumlah orang yang keluar masuk kawasan pasar terlihat sangat minim.
Lokasi pasar ini secara spesifik berada di sepanjang Jalan Raya Bantar Gebang-Setu. Keberadaan pasar ini bersebelahan langsung dengan bangunan SD Padurenan I, sementara di bagian belakangnya terdapat permukiman warga setempat.
Para pedagang yang masih bertahan di pasar tersebut kini menghadapi situasi sulit karena minimnya jumlah pembeli yang datang untuk bertransaksi. Kondisi ini berdampak langsung pada pendapatan mereka sehari-hari.
Kios-kios yang masih buka didominasi oleh para pedagang yang menjajakan makanan, namun transaksi yang terjadi sangatlah minim. Hal ini mengindikasikan bahwa daya tarik pasar sebagai destinasi belanja telah hilang, setidaknya dalam pantauan saat itu.
Dilansir dari detikcom, kawasan tersebut yang tadinya merupakan pusat niaga warga sekitar kini justru digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. Hal ini menjadi sorotan utama atas nasib pasar yang kian meredup ditinggal pengunjung hingga para pedagang.
Kondisi yang terpantau menunjukkan betapa sepinya area tersebut, di mana hanya sedikit pengunjung yang terlihat beraktivitas. Minimnya interaksi jual beli ini memperparah citra pasar yang kehilangan vitalitasnya sebagai pusat perekonomian lokal.