BISNIS.HOTNEWS.ID - Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kembali menyelimuti ekosistem Tokopedia, platform e-commerce yang identik dengan warna hijau tersebut. Kabar mengenai restrukturisasi besar-besaran ini mulai beredar luas di kalangan publik belakangan ini.

Menurut informasi yang berkembang di masyarakat, perusahaan tersebut dikabarkan telah melakukan pemangkasan karyawan hingga mencapai angka 90 persen dari total sumber daya manusia yang ada. Angka ini menunjukkan skala penyesuaian organisasi yang sangat signifikan di internal perusahaan.

Peristiwa ini terjadi setelah TikTok resmi mengambil alih kepemilikan saham mayoritas Tokopedia sejak akhir tahun 2023 lalu. Akuisisi ini menjadi titik balik yang membawa perubahan besar dalam struktur operasional perusahaan teknologi tersebut.

Manajemen TikTok, selaku pemegang saham pengendali, secara terbuka mengakui bahwa mereka sedang melakukan proses penyelarasan organisasi di Tokopedia. Fokus utama dari penyesuaian ini dilaporkan diarahkan pada divisi riset dan pengembangan (R&D) yang ada di perusahaan tersebut.

Meskipun demikian, TikTok memilih untuk tidak merinci secara spesifik mengenai jumlah pasti karyawan yang terdampak langsung oleh kebijakan pengurangan tenaga kerja ini. Informasi detail mengenai angka pasti PHK masih menjadi spekulasi publik.

Terkait situasi yang terjadi, Juru Bicara TikTok memberikan pernyataan resmi mengenai langkah yang diambil oleh perusahaan. Pernyataan ini disampaikan kepada pihak detikcom pada hari Jumat (3/7/2026) sebagai respons atas isu PHK.

"Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini," jelas Juru Bicara TikTok, sebagaimana dikutip dari detikcom.

Langkah penyelarasan ini merupakan bagian dari strategi integrasi pasca-akuisisi untuk memastikan efisiensi operasional yang lebih baik di bawah kepemilikan baru. Dukungan transisi yang dijanjikan menjadi fokus utama manajemen dalam menghadapi situasi sulit ini.

Dilansir dari detikcom, proses penyesuaian ini menandai babak baru bagi Tokopedia dalam menghadapi tantangan pasar e-commerce yang semakin kompetitif di Indonesia.