BISNIS.HOTNEWS.ID - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) secara proaktif tengah menggalakkan upaya penguatan struktur industri manufaktur nasional yang berfokus pada orientasi ekspor. Langkah ini diambil sebagai strategi kunci untuk meningkatkan ketahanan industri Indonesia di tengah ketidakpastian dinamika ekonomi global saat ini.

Fokus utama dari upaya ini adalah peningkatan kontribusi penjualan produk manufaktur ke pasar internasional. Saat ini, komposisi penjualan masih didominasi oleh pasar domestik dengan rasio 80%, sementara kontribusi ekspor baru mencapai sekitar 20%.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, telah menetapkan target ambisius untuk mengubah komposisi tersebut. Targetnya adalah meningkatkan porsi ekspor menjadi 30% dan menekan porsi pasar domestik menjadi 70%.

Penetapan target ini dilakukan dengan pertimbangan matang agar tidak mengorbankan kebutuhan pasar dalam negeri. Kemenperin berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa kecukupan pasokan dan daya saing produk di pasar domestik tetap terjaga optimal.

"Pasar domestik tetap menjadi kekuatan utama industri nasional. Namun ke depan, kita perlu memperkuat industri yang berorientasi ekspor agar penetrasi produk manufaktur Indonesia di pasar global semakin besar," ujar Agus Gumiwang Kartasasmita.

Lebih lanjut, Menteri Agus menjelaskan visi jangka panjang dari perubahan komposisi ini. "Targetnya, komposisi yang saat ini sekitar 20 persen ekspor dan 80 persen domestik dapat meningkat menjadi 30 persen ekspor dan 70 persen domestik, tanpa mengurangi kemampuan industri memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri," kata Agus dalam keterangannya pada Selasa (9/6/2026).

Upaya peningkatan penetrasi global ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Peningkatan ekspor manufaktur ini sejalan dengan upaya diversifikasi pasar dan pengurangan ketergantungan pada permintaan domestik semata.

Strategi ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjadikan sektor manufaktur sebagai pilar utama dalam menghadapi tantangan ekonomi internasional melalui peningkatan kapabilitas ekspor. Dikutip dari sumber informasi Kemenperin, manuver ini diharapkan segera terlihat dampaknya dalam beberapa tahun ke depan.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Finance.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.