BISNIS.HOTNEWS.ID - Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menunjukkan kinerja impresif pada pembukaan perdagangan hari Senin, 15 Juni 2026, setelah mengalami pembalikan arah penguatan yang signifikan. Pergerakan positif ini langsung menarik perhatian para pelaku pasar modal domestik.

Pada pukul 11.06 WIB, data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa saham emiten BUMN sektor pertambangan ini melonjak hingga 9,47%, mencapai level harga Rp3.120 per lembar saham. Lonjakan ini didukung oleh tingginya minat investor.

Dalam periode dua jam pertama perdagangan hari itu, nilai transaksi saham ANTM tercatat mencapai Rp624,63 miliar, menandakan likuiditas yang cukup kuat di pasar. Performa ini kontras dengan kondisi pasar yang cenderung tertekan.

Jika dilihat dalam rentang waktu satu pekan terakhir, saham ANTM telah membukukan kenaikan akumulatif sebesar 22,92%. Kenaikan ini terjadi meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara umum mengalami tekanan yang cukup berat.

Kondisi IHSG sendiri menunjukkan pelemahan yang cukup signifikan sejak awal tahun berjalan, dengan indeks komposit tercatat telah tergerus sebesar 27%. Hal ini semakin menonjolkan kinerja ANTM yang berhasil bergerak berlawanan arah dengan tren pasar.

Kabar baik bagi investor datang dari hasil konsensus analis per tanggal 15 Juni 2026, yang dihimpun oleh Bloomberg. Mayoritas analis masih mempertahankan pandangan optimis terhadap kinerja fundamental ANTM ke depan.

Berdasarkan rekapitulasi tersebut, sebanyak 26 dari 29 analis atau sekitar 89,7% memberikan rekomendasi beli (buy) untuk saham ANTM. Hanya segelintir analis yang menyarankan untuk menahan (hold) atau menjual (sell).

Dua analis menyarankan untuk mempertahankan kepemilikan saham (hold), sementara hanya satu analis yang merekomendasikan aksi jual (sell) terhadap saham perusahaan milik negara tersebut.

Konsensus positif ini menghasilkan estimasi target harga rata-rata untuk saham ANTM dalam kurun waktu 12 bulan ke depan berada di level Rp5.025 per saham. Target harga ini menunjukkan optimisme jangka menengah.