BISNIS.HOTNEWS.ID - Pergerakan nilai tukar Rupiah pada awal minggu ini, tepatnya Senin (15/6/2026), menunjukkan tren apresiasi yang cukup signifikan terhadap mata uang Dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan ini menandakan momentum positif yang berhasil dipertahankan oleh mata uang Garuda sejak penutupan perdagangan pekan sebelumnya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Refinitiv pada pagi hari perdagangan, Rupiah berhasil mencatatkan penguatan sebesar 0,64% pada hari tersebut. Angka ini menunjukkan adanya respons pasar yang positif terhadap kondisi ekonomi terkini.

Level penutupan yang berhasil dicapai oleh Rupiah pada pagi hari perdagangan tersebut berada di kisaran Rp17.750 per Dolar AS. Angka ini merupakan tolok ukur keberhasilan Rupiah dalam menahan tekanan dari mata uang greenback.

Penguatan signifikan Rupiah ini didukung oleh dua faktor utama yang saling bersinergi dalam pasar valuta asing. Faktor pertama adalah pelemahan umum yang terjadi pada Dolar AS di kancah perdagangan internasional.

Faktor pendukung kedua yang berperan krusial adalah adanya sinergi kebijakan yang terjalin antara Bank Indonesia (BI) dengan Bank Sentral Tiongkok, yang dikenal sebagai PBOC. Kolaborasi ini memberikan stabilitas pada mata uang domestik di tengah dinamika pasar global.

Pergerakan apresiasi ini melanjutkan tren positif yang telah terbangun pada akhir pekan sebelumnya. Hal ini mengindikasikan adanya optimisme pelaku pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia dalam jangka pendek.

"Mata uang Garuda berhasil mencatatkan apresiasi setelah melanjutkan momentum positif yang tercipta pada akhir pekan sebelumnya," demikian analisis pergerakan Rupiah pada Senin pagi, Dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM.

Data Refinitiv menegaskan bahwa apresiasi yang terlihat pagi itu mencapai 0,64%, sebuah persentase yang cukup besar untuk pergerakan harian mata uang di pasar global, Dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM.

Level penutupan di kisaran Rp17.750 per Dolar AS menunjukkan bahwa intervensi atau kebijakan yang diambil telah memberikan dampak nyata pada stabilitas nilai tukar domestik, Dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM.