BISNIS.HOTNEWS.ID - Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, telah menginformasikan kepada para investor bahwa mereka berhasil meraih peringkat utang layak investasi atau investment grade dari tiga lembaga pemeringkat obligasi besar. Informasi ini diperoleh dari sumber yang memiliki pengetahuan mengenai masalah tersebut.

Status investasi layak ini diperkirakan akan memberikan dampak positif signifikan bagi SpaceX dalam jangka panjang. Secara khusus, ini dapat membantu perusahaan tersebut menekan biaya pendanaan ketika mereka sedang gencar mencari modal baru.

Langkah ini sangat krusial mengingat SpaceX tengah bersiap untuk melaksanakan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) dalam waktu dekat. IPO tersebut diproyeksikan akan menghimpun dana sekitar US$75 miliar, setara dengan sekitar Rp1.350 triliun dengan asumsi kurs Rp18.000 per dolar AS.

Jadwal pelaksanaan IPO tersebut telah ditetapkan dan diperkirakan akan dipatok pada hari Kamis, kemudian mulai diperdagangkan di pasar saham sehari setelahnya. Perkembangan ini menjadi penanda penting dalam evolusi finansial perusahaan.

Para pengamat pasar utang kini mulai mencermati langkah strategis berikutnya yang mungkin akan diambil oleh SpaceX setelah mengamankan peringkat ini. Fokus utama tertuju pada kemungkinan penerbitan surat utang di pasar obligasi yang memiliki kategori investment grade.

Dilansir dari Bloomberg News, berita mengenai pencapaian ini disampaikan oleh beberapa jurnalis, termasuk Bailey Lipschultz, Charlotte Plaskwa, Ed Ludlow, dan Davide Barbuscia.

"SpaceX milik Elon Musk memberi tahu investor bahwa perusahaan telah memperoleh peringkat utang layak investasi atau investment grade dari tiga lembaga pemeringkat obligasi besar, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut," demikian dikutip dari Bloomberg News.

Status investment grade ini secara fundamental akan meningkatkan kredibilitas finansial SpaceX di mata calon investor obligasi. Hal ini merupakan prasyarat penting sebelum melakukan penerbitan surat utang dalam skala besar.

"Status tersebut dapat membantu SpaceX menekan biaya pendanaan seiring perusahaan terus mencari pembiayaan baru setelah initial public offering (IPO)," tambah sumber tersebut, sebagaimana dikutip dari Bloomberg News.