BISNIS.HOTNEWS.ID - Perdagangan saham pada Rabu, 22 Juli 2026, menyajikan dinamika pasar yang menarik setelah Bank Indonesia mengumumkan keputusannya. Bank sentral mempertahankan suku bunga acuan, yang dikenal sebagai BI Rate, pada level stabil 5,25%.

Keputusan ini sejalan dengan ekspektasi yang telah diprediksi oleh mayoritas pelaku pasar keuangan. Hal tersebut memberikan sedikit kelegaan bagi pasar domestik yang tengah mencermati berbagai indikator ekonomi.

Meskipun secara keseluruhan investor asing masih mencatatkan penjualan bersih saham atau net foreign sell senilai Rp920,3 miliar di seluruh pasar pada hari tersebut, aktivitas akumulasi tetap terlihat pada sektor-sektor tertentu.

Hal ini mengindikasikan adanya strategi selektif dalam penempatan dana oleh para investor asing. Mereka tidak serta-merta menarik seluruh investasinya, melainkan lebih berhati-hati dalam memilih instrumen.

Fokus utama penempatan dana oleh investor asing terlihat pada saham-saham di sektor energi dan komoditas. Sektor-sektor ini dinilai memiliki potensi yang menjanjikan di tengah kondisi pasar saat ini.

Terlihat adanya tren buying activity yang signifikan pada saham-saham unggulan di sektor energi, menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjangnya. Sektor komoditas juga menjadi primadona dalam alokasi dana asing.

Keputusan BI untuk tidak menaikkan suku bunga acuan ini, yang sesuai dengan prediksi pasar, memberikan semacam kelegaan sementara bagi pelaku pasar domestik.

"Keputusan BI mempertahankan suku bunga acuan pada level 5,25% sesuai dengan prediksi pasar dan memberikan semacam kelegaan sementara bagi pelaku pasar domestik," ujar seorang analis pasar modal.

Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, aktivitas akumulasi dana oleh investor asing tetap terjadi pada sejumlah saham unggulan di tengah tren net foreign sell secara keseluruhan.