BISNIS.HOTNEWS.ID - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas seiring dengan pernyataan keras dari mantan Presiden AS, Donald Trump. Ia memberikan peringatan tegas mengenai konsekuensi jika Iran melakukan tindakan agresi terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Ancaman tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di platform media sosialnya, Truth Social. Pernyataan ini menambah eskalasi ketegangan yang sudah ada antara kedua negara pasca runtuhnya gencatan senjata dan tewasnya tiga personel militer AS.

"Dengan ini saya nyatakan, setiap kali Republik Islam Iran menembaki kapal di Selat Hormuz, baik menggunakan rudal, roket, drone, maupun senjata lainnya, Amerika Serikat akan mengebom dan menghancurkan SATU JEMBATAN ATAU PEMBANGKIT LISTRIK," demikian tertulis dalam unggahan tersebut.

Trump secara spesifik menyebutkan bahwa target serangan balasan AS tidak hanya terbatas pada infrastruktur umum, tetapi juga dapat mencakup fasilitas penting yang berada di ibu kota Iran, Teheran.

Pernyataan ini muncul dalam konteks situasi keamanan yang sudah memburuk di kawasan tersebut. Runtuhnya perjanjian gencatan senjata sebelumnya telah menimbulkan ketidakpastian dan meningkatkan risiko konflik.

"Setiap kali Republik Islam Iran menembaki kapal di Selat Hormuz, baik menggunakan rudal, roket, drone, maupun senjata lainnya, Amerika Serikat akan mengebom dan menghancurkan SATU JEMBATAN ATAU PEMBANGKIT LISTRIK," ujar Donald Trump dalam unggahannya di Truth Social.

Insiden tewasnya tiga personel militer AS menjadi salah satu pemicu ketegangan yang semakin meningkat, mendorong Trump untuk mengeluarkan peringatan keras ini.

Situasi ini mengindikasi bahwa Amerika Serikat siap mengambil tindakan tegas untuk melindungi kepentingannya dan sekutunya di jalur pelayaran strategis tersebut.

Perairan Selat Hormuz merupakan jalur vital untuk perdagangan minyak global, sehingga setiap gangguan di sana dapat berdampak luas terhadap ekonomi internasional.