BISNIS.HOTNEWS.ID - Pergerakan signifikan terjadi di bursa saham Hong Kong menyusul tuduhan serius yang dilayangkan oleh Anthropic PBC terhadap Alibaba Group Holding Ltd. Tuduhan tersebut berpusat pada dugaan bahwa raksasa teknologi asal China itu telah mengakses model kecerdasan buatan (AI) milik Anthropic secara "tidak sah".

Akibat dari tuduhan tersebut, harga saham Alibaba langsung terkoreksi tajam. Saham perusahaan tercatat anjlok hingga mencapai 4,9% pada penutupan perdagangan hari itu.

Penurunan ini secara kumulatif memperburuk kinerja tahunan saham Alibaba secara keseluruhan. Dengan adanya koreksi tersebut, saham perusahaan kini telah mengalami penurunan signifikan sebesar 33% sepanjang tahun berjalan.

Perkembangan ini tidak hanya memengaruhi Alibaba saja, tetapi juga memberikan dampak terhadap perusahaan teknologi China lainnya yang fokus pada pengembangan model bahasa besar (LLM). Beberapa kompetitor besar juga ikut merasakan tekanan jual di pasar.

Di antara perusahaan yang terdampak adalah Xiaomi Corp. dan Baidu Inc., di mana kedua saham tersebut dilaporkan ikut mengalami penurunan. Masing-masing saham perusahaan tersebut tercatat turun lebih dari 3% pada hari yang sama.

Tuduhan yang dilontarkan oleh Anthropic ini menambah daftar panjang kekhawatiran yang sudah membayangi investor mengenai posisi perusahaan teknologi China dalam persaingan global di sektor AI. Investor mulai mempertanyakan kemampuan mereka untuk bersaing secara efektif di arena internasional.

Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa sejauh ini perusahaan-perusahaan teknologi China tersebut telah menunjukkan kemampuannya dalam menghadirkan produk AI yang kompetitif dengan menawarkan harga yang relatif terjangkau kepada konsumen.

Kondisi ini diperparah dengan adanya tindakan regulasi dari Amerika Serikat pada bulan ini. Pemerintah AS sebelumnya telah mengeluarkan perintah kepada Anthropic untuk membatasi akses warga negara asing terhadap platform AI mereka yang paling mutakhir.

Keputusan pembatasan akses tersebut dikeluarkan setelah ditemukan adanya kerentanan keamanan tertentu. Dikutip dari Bloomberg, pemerintah AS menemukan bahwa model terbaru Anthropic, yang dikenal sebagai Fable 5, berpotensi untuk "dibobol" oleh pihak tidak berwenang.