BISNIS.HOTNEWS.ID - Volkswagen, yang dikenal sebagai produsen mobil terbesar di Jerman, tengah menyiapkan langkah restrukturisasi korporat yang sangat besar. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mengadaptasi kondisi pasar otomotif global yang terus berubah.

Skala pemotongan tenaga kerja yang direncanakan sangat signifikan, menyentuh angka 100.000 karyawan. Jumlah ini setara dengan sekitar 15% dari total populasi tenaga kerja VW secara keseluruhan di seluruh dunia.

Keputusan drastis ini tidak hanya berhenti pada pengurangan karyawan, tetapi juga melibatkan penataan ulang aset fisik perusahaan. Rencana tersebut mencakup penutupan empat pabrik operasional yang berlokasi di Jerman.

Proses pemangkasan karyawan ini diperkirakan akan dilaksanakan secara bertahap, berlangsung selama rentang waktu beberapa tahun ke depan. Implementasi langkah efisiensi ini menunjukkan komitmen VW terhadap penyesuaian skala operasi.

Informasi mengenai rencana besar ini pertama kali terungkap melalui publikasi di sebuah majalah bisnis terkemuka di Jerman. "Rencana PHK massal itu akan dilakukan bersamaan dengan rencana penutupan empat pabrik di Jerman dan pengurangan investasi sebesar 15% selama lima tahun ke depan," demikian disebutkan dalam publikasi tersebut.

Dilansir dari Manager Magazin, restrukturisasi ini juga mencakup pemisahan unit bisnis utama perusahaan. Volkswagen berencana untuk memisahkan merek mobil inti mereka, yaitu Volkswagen, dari divisi bisnis suku cadang mobilnya menjadi entitas yang berdiri sendiri.

Langkah pemisahan ini bertujuan untuk meningkatkan fokus dan efisiensi pada masing-masing segmen bisnis tersebut. Selain merek utama Volkswagen, perusahaan otomotif ternama dari Negeri Panzer ini juga menaungi merek-merek premium lain seperti Audi dan Porsche.

Pemangkasan investasi juga menjadi bagian dari paket restrukturisasi ini. Persentase pengurangan investasi yang signifikan akan diterapkan selama kurun waktu lima tahun ke depan untuk mengoptimalkan penggunaan modal perusahaan.

Dikutip dari Manager Magazin, disebutkan bahwa Volkswagen selaku salah satu perusahaan dengan jumlah karyawan terbesar di negara itu berencana untuk memisahkan merek utama mobil mereka, Volkswagen, dengan bisnis suku cadang mobilnya menjadi entitas terpisah.