BISNIS.HOTNEWS.ID - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) baru-baru ini telah menyelesaikan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang menghasilkan keputusan penting terkait penyesuaian struktur dewan pengurus perusahaan. Langkah ini diambil sebagai respons strategis manajemen terhadap dinamika internal perusahaan.
Penyesuaian jajaran direksi dan komisaris ini dilakukan untuk memastikan kesinambungan operasional perusahaan di tengah perubahan kepemimpinan. Keputusan strategis ini menjadi fokus utama dalam RUPSLB yang baru saja dilaksanakan.
Perubahan signifikan ini dipicu oleh diterimanya surat pengunduran diri dari salah satu pejabat kunci di jajaran direksi. Hal ini menjadi latar belakang utama dilakukannya perombakan struktur manajemen tersebut.
Secara spesifik, pengunduran diri tersebut datang dari Vera Kirana, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Portofolio Bisnis dan Risiko. Posisi strategis ini kini memerlukan pengganti untuk menjaga fokus bisnis perusahaan.
"Perubahan ini merupakan langkah strategis manajemen untuk menjaga kesinambungan operasional perusahaan," sebagaimana disampaikan dalam konteks pengambilan keputusan pasca RUPSLB. Keputusan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas dan arah perusahaan ke depan.
Pengunduran diri Vera Kirana tersebut secara resmi disampaikan dan diterima oleh perusahaan pada tanggal 12 Mei 2026. Tanggal ini menandai dimulainya proses penyesuaian susunan dewan pengurus yang baru.
"Keputusan ini diambil menyusul adanya pergantian di jajaran direksi, khususnya setelah diterimanya surat pengunduran diri dari Vera Kirana," ujar perwakilan manajemen saat mengumumkan hasil RUPSLB. Hal ini menggarisbawahi dampak langsung dari pengunduran diri tersebut terhadap struktur organisasi.
Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, penyesuaian ini diharapkan dapat memperkuat fondasi manajemen ADHI dalam menghadapi tantangan bisnis di masa mendatang. Perusahaan berkomitmen untuk terus beroperasi secara efektif pasca perubahan ini.