BISNIS.HOTNEWS.ID - Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dilaporkan mengalami perlambatan signifikan selama periode pekan ini. Penurunan ini terlihat jelas dari rata-rata nilai transaksi harian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menyusut cukup dalam.

Data yang dipublikasikan oleh BEI menunjukkan bahwa rata-rata nilai transaksi harian bursa turun sebesar 35,9% dibandingkan dengan capaian pekan sebelumnya. Penurunan ini membawa rata-rata nilai transaksi harian berada di angka Rp11,27 triliun.

Angka tersebut berbanding terbalik dengan capaian pada pekan sebelumnya, di mana rata-rata nilai transaksi harian sempat menyentuh Rp17,58 triliun. Penurunan drastis ini mengindikasikan adanya penurunan minat atau volume aktivitas jual beli saham oleh investor.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengonfirmasi pergerakan data tersebut melalui siaran pers resmi. Hal ini menjadi sorotan utama dalam perkembangan pasar modal Indonesia pada periode tersebut.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, Kautsar Primadi Nurahmad menyatakan bahwa rata-rata nilai transaksi harian bursa mengalami perubahan signifikan. "Rata-rata nilai transaksi harian bursa mengalami perubahan sebesar 35,9% menjadi Rp11,27 triliun dari Rp17,58 triliun," kata Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad lewat siaran pers, dikutip Minggu (5/7/2026).

Kondisi nilai transaksi yang menyusut ini juga tercermin secara langsung pada indikator volume perdagangan. Rata-rata volume transaksi harian bursa dilaporkan ikut tergerus secara substansial selama periode yang sama.

Volume transaksi harian rata-rata tercatat minus 30,35%, menunjukkan sedikitnya jumlah saham yang berpindah tangan antar investor. Angka ini melorot dari posisi sebelumnya yaitu 25,18 miliar lembar saham.

Secara spesifik, rata-rata volume transaksi harian pekan ini hanya mencapai 17,54 miliar lembar saham. Penurunan volume ini menegaskan bahwa tingkat partisipasi investor dalam perdagangan saham cenderung menurun selama sepekan terakhir.

Penurunan ini terjadi pada periode pekan yang berakhir pada hari Minggu, 5 Juli 2026, berdasarkan publikasi resmi dari Bursa Efek Indonesia. Kondisi ini menjadi gambaran kondisi pasar domestik dalam sepekan terakhir.