BISNIS.HOTNEWS.ID - Peristiwa bencana alam berupa gempa kembar yang melanda kawasan Venezuela pekan lalu kini menunjukkan perkembangan angka korban yang semakin mengkhawatirkan. Data terbaru yang dikeluarkan oleh pemerintah menunjukkan bahwa jumlah korban jiwa telah meningkat signifikan hingga mendekati ambang batas tiga ribu orang per hari Sabtu kemarin.

Situasi darurat ini diperbarui dengan angka resmi bahwa total korban tewas yang terkonfirmasi mencapai 2.954 jiwa. Angka ini merupakan peningkatan substansial dibandingkan data sehari sebelumnya yang masih mencatat 2.645 korban meninggal dunia akibat guncangan tersebut.

Selain korban jiwa, dampak kerusakan juga terlihat pada jumlah warga yang mengalami luka-luka akibat reruntuhan bangunan. Tercatat sebanyak 16.592 korban luka akibat gempa tersebut, menandakan skala cedera yang sangat besar terjadi di lokasi terdampak.

Lebih lanjut, jumlah korban luka juga mengalami penambahan signifikan, dengan kenaikan sekitar 4.000 orang yang kini memerlukan perawatan medis intensif. Hal ini menambah beban sistem kesehatan di wilayah yang terkena dampak langsung dari gempa bumi tersebut.

Keluarga dari para korban yang masih dinyatakan hilang terus menyuarakan desakan kuat kepada otoritas setempat. Mereka meminta agar pemerintah dapat meningkatkan dan mengintensifkan seluruh upaya pencarian serta operasi penyelamatan yang sedang berlangsung di lapangan.

Bencana alam ini dipicu oleh dua guncangan utama berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang mengguncang wilayah pesisir utara negara bagian La Guaira. Kekuatan dahsyat ini menyebabkan kerusakan infrastruktur yang meluas di sebagian besar daerah tersebut sejak tanggal kejadian pada 24 Juni.

Sejak gempa utama terjadi, aktivitas seismik susulan masih terus tercatat di area tersebut, menunjukkan ketidakstabilan geologi yang masih berlangsung. Hingga kini, otoritas setempat telah mencatat sebanyak 890 kali gempa susulan yang mengguncang wilayah yang telah terdampak.

Melihat skala kehancuran yang terjadi, lembaga internasional mulai memberikan proyeksi yang lebih suram mengenai dampak jangka panjang bencana ini. "Jumlah korban tewas pada akhirnya dapat melampaui 10.000 orang, mengingat besarnya skala bencana tersebut," ujar perwakilan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sejumlah organisasi kemanusiaan lainnya.

Dilansir dari Bloomberg, perkembangan situasi ini menuntut respons cepat dan terkoordinasi dari semua pihak untuk menangani krisis kemanusiaan yang sedang memburuk di Venezuela.