BISNIS.HOTNEWS.ID - Pergerakan kapal pengangkut minyak dan gas melalui Selat Hormuz, jalur pelayaran yang berada di bawah pengawasan Amerika Serikat, dilaporkan menunjukkan sinyal pemulihan pada hari Minggu. Pemulihan ini terjadi sehari setelah sempat terjadi kebingungan ketika beberapa kapal dilaporkan memutar arah dan mengambil rute alternatif yang tidak dijelaskan secara rinci di koridor energi vital tersebut.
Perkembangan ini diamati berdasarkan data pelayaran terbaru yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber. Secara spesifik, setidaknya enam kapal tanker yang membawa minyak dan gas terlihat kembali berlayar mengikuti rute normal yang melintasi dekat dengan perairan pantai Oman.
Namun, situasi di lapangan masih menyisakan ketidakpastian signifikan. Banyak kapal lain diketahui sengaja mematikan alat transponder mereka saat melintasi selat tersebut. Tindakan ini dilakukan sebagai upaya untuk menghindari deteksi digital oleh pihak-pihak yang berpotensi mengancam keselamatan pelayaran.
Pihak militer dari negara-negara Barat terus memantau ketat dinamika yang terjadi di perairan strategis tersebut. Mereka menegaskan bahwa meskipun aktivitas pelayaran kembali terlihat, tingkat risiko ancaman yang dihadapi masih dianggap "signifikan" oleh otoritas keamanan.
Lebih lanjut, pernyataan dari intelijen militer Barat menyebutkan bahwa bagian tengah dari Selat Hormuz saat ini telah dipasangi ranjau. Hal ini menambah lapisan bahaya baru bagi kapal-kapal kargo yang melintas di jalur tersebut, mengingat ranjau dapat menimbulkan kerusakan katastropik.
Sementara itu, dua kapal tanker kecil lainnya dilaporkan berhasil keluar dari Teluk Persia. Kapal-kapal ini memilih bermanuver dengan berlayar lebih dekat ke wilayah perairan Iran, menunjukkan adanya penyesuaian strategi navigasi oleh operator kapal.
Pasar minyak global secara keseluruhan menunjukkan perhatian yang sangat besar terhadap setiap pergerakan yang terjadi di Selat Hormuz, termasuk bagaimana dan kapan kapal-kapal tersebut melintas. Situasi ini menjadi semakin rumit karena para operator kapal harus sangat berhati-hati untuk menghindari perhatian militer Iran saat mereka memasuki maupun meninggalkan perairan tersebut.
Dilansir dari Bloomberg, pergerakan yang tidak biasa sempat terjadi pada hari Jumat dan Sabtu. Tercatat setidaknya delapan kapal terlihat memutar haluan saat melintasi rute yang biasanya ramai dekat Oman.
"Selama Jumat dan Sabtu, setidaknya delapan kapal terlihat berbalik arah saat melintasi rute Oman," berdasarkan observasi yang ada.