BISNIS.HOTNEWS.ID - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengambil langkah serius dalam mengawasi alokasi keuangan negara dengan memanggil seluruh pimpinan Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara). Pemanggilan ini difokuskan pada pembahasan strategis mengenai penempatan dana yang bersumber dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) milik pemerintah pusat.
Rapat kerja tersebut dijadwalkan berlangsung intensif sepanjang hari, dimulai dari siang hingga sore hari di gedung DPR RI, Jakarta. Jadwal awal yang ditetapkan pukul 13.00 WIB mengalami sedikit penundaan, baru benar-benar dimulai sekitar pukul 14.00 WIB.
Sesi pembahasan tersebut akhirnya rampung dan ditutup menjelang petang, yakni sekitar pukul 17.40 WIB, menandakan bahwa diskusi mengenai penempatan dana strategis negara ini memerlukan waktu yang cukup panjang.
Berdasarkan pantauan yang dilakukan oleh Bloomberg Technoz di lokasi rapat, seluruh Direktur Utama dari lima bank BUMN utama dipastikan hadir memenuhi panggilan legislatif tersebut. Kehadiran ini menunjukkan komitmen institusi perbankan milik negara terhadap pengawasan parlemen.
Kelima direktur utama yang hadir tersebut meliputi pimpinan dari Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN), dan juga Bank Syariah Indonesia (BSI). Kehadiran pucuk pimpinan ini menjadi fokus utama dalam rapat hari itu.
Usai pertemuan yang berlangsung alot tersebut, seluruh pimpinan bank BUMN yang diundang kompak memilih untuk tidak memberikan keterangan rinci kepada awak media. Mereka menahan diri untuk tidak memberikan jawaban spesifik terkait diskusi mengenai penempatan dana SAL pemerintah yang berada di ranah perbankan mereka.
Respons Senyap Para Dirut Himbara Usai Rapat Tertutup DPR Mengenai Penempatan Dana Pemerintah
Salah satu pimpinan yang dimintai tanggapan langsung adalah Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, saat keluar dari ruang rapat. Ia terlihat enggan memberikan respons lebih lanjut kepada wartawan seputar kinerja atau detail penempatan dana SAL.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, Direktur Utama BRI Hery Gunardi "enggan merespons pertanyaan wartawan mengenai kinerja SAL" setelah rapat selesai diadakan. Sikap bungkam ini mengindikasikan bahwa pembahasan tersebut mungkin bersifat sensitif atau masih memerlukan tindak lanjut internal sebelum diumumkan ke publik.
Dikutip dari Bloomberg Technoz, seluruh Direktur Utama Himbara hadir dalam rapat tersebut, yakni Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).