BISNIS.HOTNEWS.ID - Polemik terkait dugaan penerimaan sejumlah uang oleh oknum mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) pasca-aksi demonstrasi di sekitar Istana Wakil Presiden terus menjadi sorotan publik. Peristiwa ini memicu reaksi keras dari organisasi alumni kampus tersebut.
Menyikapi perkembangan tersebut, Ikatan Keluarga Alumni Universitas Bung Karno (IKA UBK) akhirnya angkat suara dengan merilis tujuh poin tuntutan resmi. Tuntutan ini menegaskan posisi organisasi alumni terhadap insiden yang dianggap mencoreng nama baik almamater.
Dewan Penasehat IKA UBK, Achmad Boim, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh civitas akademika UBK dan masyarakat luas. Permohonan maaf ini ditujukan atas tindakan oknum yang diduga secara sadar menerima dana dari pihak yang tidak bertanggung jawab.
Dikutip dari sumber berita, Achmad Boim menegaskan posisi IKA UBK terkait masalah ini. "Kami IKA UBK secara resmi meminta maaf kepada seluruh mahasiswa dan rakyat Indonesia atas kejadian oknum yang mengatasnamakan mahasiswa UBK yang telah melakukan kesalahan sangat memalukan dengan menerima uang dari pihak yang tidak bertanggung jawab," kata Boim dalam keterangannya.
Pernyataan resmi tersebut disampaikan oleh Achmad Boim pada hari Kamis, tanggal 25 Juni 2026. Pernyataan ini merupakan respons terstruktur dari pihak alumni menyusul mencuatnya isu sensitif tersebut ke permukaan media massa.
Tujuh tuntutan yang dikeluarkan oleh IKA UBK secara spesifik mendesak pihak Rektorat UBK untuk segera mengambil langkah konkret dan tegas. Hal ini sebagai bentuk pertanggungjawaban institusi terhadap moralitas mahasiswa yang membawa nama universitas.
Desakan ini muncul karena insiden dugaan transaksi uang tersebut dinilai telah menimbulkan citra negatif yang signifikan terhadap integritas Universitas Bung Karno di mata publik nasional. Alumni menuntut penanganan yang transparan dan adil.
Permohonan maaf yang disampaikan IKA UBK ini merupakan langkah awal untuk meredam dampak negatif dari dugaan kesalahan oknum mahasiswa tersebut. Organisasi alumni ingin menunjukkan bahwa tindakan tersebut tidak merepresentasikan nilai-nilai luhur UBK.
Pihak IKA UBK juga mengharapkan agar Rektorat dapat melakukan investigasi internal secara menyeluruh untuk mengungkap fakta yang sebenarnya terkait aliran dana tersebut. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan tinggi tersebut.