BISNIS.HOTNEWS.ID - Gejolak geopolitik global, khususnya yang dipicu oleh ketegangan terkait Iran, telah menimbulkan pelajaran penting mengenai kerentanan pasokan energi dunia. Kekurangan pasokan minyak dan gas yang terjadi seharusnya menjadi momentum bagi semua negara untuk segera mengkaji ulang dan mempercepat transisi energi mereka.

Hal ini disampaikan oleh utusan khusus China untuk perubahan iklim, Liu Zhenmin, saat berpartisipasi dalam sebuah diskusi panel bergengsi. Acara tersebut diselenggarakan dalam rangkaian Forum Ekonomi Dunia yang berlangsung di Dalian.

Liu Zhenmin menggarisbawahi bahwa meskipun ada respons jangka pendek untuk kembali mengandalkan batu bara, strategi tersebut hanya bersifat sementara dan tidak berkelanjutan. Langkah ini dinilai sebagai solusi pelarian sesaat dari masalah mendasar.

"Dalam jangka panjang, mereka harus mempercepat transisi mereka untuk memastikan bahwa mereka memiliki ketersediaan pasokan energi jangka panjang," kata Liu Zhenmin pada hari Rabu, menekankan pentingnya visi energi yang lebih stabil.

Lebih lanjut, utusan iklim China tersebut menyarankan agar negara-negara lain dapat menjadikan Republik Rakyat China sebagai model dalam upaya transisi energi ini. China telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengembangan teknologi energi bersih.

China kini mengklaim memiliki pembangkit listrik tenaga angin dan surya yang memimpin di kancah global. Selain itu, negara tersebut juga mengembangkan armada kendaraan listrik dan sistem penyimpanan baterai yang masif.

Dilansir dari Bloomberg, pandangan Liu Zhenmin ini menyoroti perlunya mitigasi risiko pasokan energi melalui diversifikasi sumber daya. Krisis yang muncul akibat konflik seharusnya mendorong inovasi, bukan kemunduran energi.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa masa depan ketahanan energi terletak pada adopsi teknologi hijau secara agresif dan terstruktur. Ini merupakan respons strategis terhadap ketidakpastian pasokan bahan bakar fosil di pasar internasional.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Bloombergtechnoz. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.