BISNIS.HOTNEWS.ID - Anak usaha dari Grup Prodia, yakni PT Prodia Diagnostic Line (PRDL), telah secara resmi memulai rangkaian penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO). Langkah korporasi ini menandai langkah besar perusahaan dalam meningkatkan kapasitas pendanaannya di pasar modal.
Peristiwa penting ini dijadwalkan berlangsung pada hari Rabu, tanggal 1 Juli 2026, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh emiten baru tersebut. Penetapan tanggal IPO ini menunjukkan kesiapan PRDL untuk melantai di bursa saham Indonesia.
Emiten baru yang akan menggunakan kode saham PRDL ini telah menetapkan harga penawaran saham perdana mereka. Harga yang disepakati berada pada level Rp120 per lembar saham.
Harga penawaran Rp120 per lembar ini merupakan titik tertinggi yang ditawarkan sebelumnya dalam rentang harga yang tercantum dalam prospektus IPO. Keputusan ini menunjukkan optimisme perusahaan terhadap valuasi mereka.
Melalui penawaran saham perdana ini, PRDL menargetkan potensi perolehan dana segar yang signifikan bagi perusahaan. Target maksimal dana yang ingin diraih perseroan mencapai angka Rp62,75 miliar.
Dana yang berhasil dihimpun dari IPO ini diproyeksikan akan digunakan untuk mendukung ekspansi dan kebutuhan operasional perusahaan ke depan. Hal ini merupakan bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang Grup Prodia.
Dikutip dari Tren.Bisnismarket.com, PT Prodia Diagnostic Line (PRDL) secara resmi memulai masa penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) pada hari Rabu, tanggal 1 Juli 2026.
Lebih lanjut, emiten baru dengan kode saham PRDL ini telah menetapkan harga penawaran sahamnya pada level Rp120 per lembar. "Harga ini merupakan titik tertinggi dari rentang harga yang ditawarkan sebelumnya dalam prospektus IPO," kata seorang perwakilan perusahaan.