BISNIS.HOTNEWS.ID - Tiga tahun mendatang diprediksi menjadi penentu nasib dominasi pabrikan otomotif Jepang di pasar Indonesia. Periode krusial ini akan menjawab tantangan besar dari pesatnya perkembangan kendaraan listrik (EV), terutama yang berasal dari China.

Pakar otomotif menilai, tekanan terhadap merek-merek Jepang yang selama ini mendominasi pasar dengan mobil konvensional semakin meningkat. Agresivitas produsen China tidak hanya pada segmen mobil listrik murni (BEV), tetapi juga merambah ke kendaraan bermesin konvensional (ICE), hybrid (HEV), dan plug-in hybrid (PHEV).

Hal ini disampaikan oleh Pakar Otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu. Menurutnya, produsen China menawarkan produk dengan teknologi yang lebih modern dan dibanderol dengan harga yang sangat kompetitif.

"Jadi 2 hingga 3 tahun ke depan tampaknya akan menjadi periode yang sangat menentukan bagi pabrikan Jepang dalam menjaga dominasinya di pasar otomotif Indonesia," kata Yannes Martinus Pasaribu.

Tantangan terbesar yang dihadapi pabrikan Jepang saat ini bukan lagi soal meluncurkan produk EV baru. Fokus utama mereka adalah bagaimana mampu bersaing secara efektif dari sisi harga, kecanggihan teknologi, dan kecepatan inovasi.

Persaingan ketat ini muncul karena produsen asal China dinilai bergerak lebih gesit dalam menghadirkan terobosan baru. Kecepatan inovasi dan efisiensi biaya menjadi kunci utama mereka.

Yannes Martinus Pasaribu mengingatkan bahwa jika proses transisi pabrikan Jepang menuju elektrifikasi berjalan terlalu lambat, sementara kompetitor mereka terus mempercepat inovasi dan efisiensi biaya, maka persaingan di segmen volume pasar akan semakin sengit.

"Jika transisi berjalan terlalu lambat sementara kompetitor Jepang tersebut terus mempercepat inovasi dan efisiensi biaya, persaingan di segmen volume akan semakin ketat," ujarnya.

Kondisi ini menjadi sorotan penting bagi para pelaku industri otomotif di Indonesia. Perjalanan pabrikan Jepang untuk mempertahankan tahtanya akan diuji dalam beberapa tahun ke depan.