BISNIS.HOTNEWS.ID - Seorang hakim di Amerika Serikat telah menetapkan jadwal sidang perdana bagi pemimpin Venezuela yang digulingkan, Nicolás Maduro, terkait kasus dugaan konspirasi perdagangan narkoba dan terorisme narkoba. Penetapan ini menandai kemunculan Maduro di pengadilan AS untuk pertama kalinya sejak bulan Maret lalu.

Hakim Distrik AS Alvin Hellerstein secara resmi menentukan tanggal 1 Juni 2027 sebagai waktu pelaksanaan persidangan. Keputusan ini diambil dalam sebuah sidang yang diselenggarakan di ruang sidang Manhattan, yang dihadiri oleh banyak pihak.

Jaksa penuntut mengklaim bahwa Nicolás Maduro, yang ditangkap oleh militer AS pada tanggal 3 Januari, memegang peran sentral dalam sebuah jaringan konspirasi yang bertujuan menyelundupkan kokain ke Amerika Serikat.

Maduro, yang kini berusia 63 tahun, secara tegas membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa penangkapannya ilegal. Istrinya, Cilia Flores, 69 tahun, juga turut didakwa dalam kasus yang sama.

Dalam persidangan yang berlangsung singkat, sekitar 15 menit, baik Maduro maupun Flores tampak mengenakan seragam penjara berwarna cokelat. Keduanya juga menggunakan perangkat headphone untuk mendengarkan terjemahan bahasa Spanyol dari jalannya persidangan.

Pasangan ini diketahui telah menyatakan diri tidak bersalah atas segala dakwaan yang dikenakan kepada mereka. Pernyataan ini disampaikan di hadapan majelis hakim dan jaksa penuntut.

"Nicolás Maduro muncul di pengadilan untuk pertama kalinya sejak Maret ketika seorang hakim menetapkan tanggal 1 Juni 2027 untuk persidangan pemimpin Venezuela yang digulingkan itu dalam kasus konspirasi perdagangan narkoba dan terorisme narkoba di AS," ujar Bob Van Voris dan Chris Dolmetsch, dikutip dari Bloomberg News.

"Hakim Distrik AS Alvin Hellerstein menetapkan tanggal persidangan dalam sidang di ruang sidang Manhattan yang penuh sesak pada hari Rabu," tambah mereka, dikutip dari Bloomberg News.

"Jaksa penuntut mengklaim Maduro, yang ditangkap oleh militer AS pada 3 Januari, memainkan peran kunci dalam konspirasi untuk menyelundupkan kokain ke negara itu," lanjutnya, dikutip dari Bloomberg News.