BISNIS.HOTNEWS.ID - Pergerakan harga minyak mentah dunia kini dilaporkan bergerak stabil, menyusul periode penurunan kuartalan terdalam sejak masa pandemi COVID-19. Para pelaku pasar global tengah memantau perkembangan terkini terkait upaya peredaan ketegangan di jalur pelayaran strategis.

Kondisi ini sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu kemajuan dalam pembicaraan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta pemulihan signifikan pada jalur pelayaran di Selat Hormuz. Stabilitas harga ini menjadi perhatian utama setelah volatilitas harga yang cukup tinggi dalam tiga bulan terakhir.

Minimnya gangguan signifikan pada jalur pelayaran telah mendorong keyakinan pasar, meskipun sebelumnya sempat terjadi gejolak pasca serangan di sekitar wilayah tersebut. Lalu lintas kapal tanker minyak kini mulai menunjukkan peningkatan dan tanda-tanda pemulihan yang cukup jelas.

Sebagai gambaran, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di sekitar level US$70 per barel. Angka ini tercatat setelah mengalami penurunan signifikan, hampir mencapai sepertiga nilainya sepanjang kuartal sebelumnya.

Sementara itu, patokan minyak global, Brent, juga menunjukkan stabilitas dengan penutupan harga berada di bawah angka US$73 per barel. Kondisi ini mencerminkan ketenangan baru di tengah pasar energi yang sensitif terhadap isu geopolitik.

Dilansir dari Bloomberg, perkembangan positif ini juga terkait dengan upaya diplomatik yang sedang berlangsung. Qatar mengonfirmasi kedatangan Jared Kushner dan Steve Witkoff di Doha sebagai bagian dari negosiasi damai antara Washington dan Teheran.

Negosiasi tersebut bertujuan untuk meredakan ketegangan di Selat Hormuz, sebuah koridor vital yang menghubungkan produsen minyak Teluk Persia dengan pasar global. Keberhasilan peredaan ketegangan ini sangat krusial bagi stabilitas pasokan energi dunia.

Harga minyak sempat tertekan beberapa hari terakhir seiring berlanjutnya pembahasan antara pihak-pihak bertikai untuk mencapai kesepakatan damai yang lebih permanen. Meskipun demikian, pemulihan arus kapal memberikan sentimen positif yang menahan laju penurunan lebih lanjut.

Samantha Dart, salah satu kepala riset komoditas global di Goldman Sachs Group Inc., mengungkapkan pandangannya mengenai prospek ke depan. "Kami memperkirakan pada akhir Juli persoalan ini akan selesai," ujar Samantha Dart.