BISNIS.HOTNEWS.ID - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah regional dengan meraih dua penghargaan bergengsi pada ajang ASEAN Risk Awards 2026. Penghargaan ini mencakup ASEAN Risk Champion Award (Category 2) dan Risk Culture Award.
Kedua penghargaan tersebut menjadi bukti nyata atas keberhasilan transformasi manajemen risiko yang dijalankan secara konsisten oleh BTN. Ini menegaskan bahwa penguatan tata kelola dan manajemen risiko yang diterapkan perseroan telah memenuhi standar praktik terbaik di kawasan ASEAN.
ASEAN Risk Awards merupakan forum bergengsi yang mengapresiasi lembaga keuangan di kawasan ASEAN atas pencapaian mereka dalam mengembangkan sistem manajemen risiko, tata kelola perusahaan, budaya risiko, inovasi, serta ketahanan organisasi di tengah dinamika industri keuangan.
Capaian BTN dalam merengkuh dua penghargaan sekaligus ini mencerminkan pengakuan internasional terhadap transformasi yang telah dilakukan perusahaan selama beberapa tahun terakhir. BTN dinilai berhasil menempatkan manajemen risiko sebagai elemen krusial dalam strategi bisnis, melampaui sekadar fungsi pengawasan.
Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menyatakan bahwa penghargaan ini menjadi validasi atas fondasi tata kelola yang kuat dalam transformasi perusahaan.
"Penghargaan ini bukan sekadar apresiasi atas fungsi manajemen risiko, tetapi merupakan pengakuan bahwa transformasi BTN dibangun di atas fondasi tata kelola dan risk management yang kuat. Di tengah meningkatnya kompleksitas risiko global, mulai dari ketidakpastian ekonomi, volatilitas pasar keuangan, percepatan digitalisasi, hingga perubahan iklim, kami memastikan setiap keputusan bisnis selalu mempertimbangkan keseimbangan antara pertumbuhan, kualitas aset, kecukupan modal, likuiditas, dan keberlanjutan," ujar Setiyo Wibowo.
Setiyo Wibowo menambahkan bahwa kompleksitas tantangan industri keuangan saat ini semakin meningkat. Ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi pasar keuangan, perkembangan teknologi digital, hingga isu perubahan iklim menuntut setiap lembaga keuangan memiliki sistem pengelolaan risiko yang adaptif dan berorientasi jangka panjang.
Menjawab tantangan tersebut, BTN telah melakukan transformasi manajemen risiko secara menyeluruh dengan menyusun roadmap terstruktur. Tujuannya adalah agar seluruh proses bisnis berjalan lebih efektif sambil tetap menjaga kualitas aset dan stabilitas perusahaan.
Salah satu langkah strategis yang dijalankan BTN adalah modernisasi proses bisnis kredit melalui implementasi Loan Factory. Sistem ini dirancang untuk membuat proses penyaluran kredit menjadi lebih terukur, efisien, dan didukung oleh pengelolaan risiko yang lebih baik.