BISNIS.HOTNEWS.ID - Indonesia kini memegang teguh posisinya dalam menghadapi ancaman fenomena El Nino yang diprediksi akan berlangsung lebih lama. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, telah memberikan jaminan bahwa stok cadangan beras pemerintah (CBP) Indonesia berada dalam kondisi yang sangat kuat.

Kekuatan stok CBP ini menjadi fondasi utama Bapanas dalam mengantisipasi dampak musim kemarau panjang yang dibawa oleh El Nino. Amran Sulaiman menunjukkan optimisme tinggi bahwa Indonesia mampu melewati tantangan cuaca ekstrem tersebut berkat peningkatan pesat pada jumlah cadangan beras nasional.

"Dulu pada saat terjadi El Nino, kita ada stok (cadangan) beras nasional sekitar 1,5 juta ton. Sekarang (CBP kita) ada sekitar 5,2 juta ton," ujar Amran dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).

Pernyataan ini menggarisbawahi transformasi signifikan dalam pengelolaan cadangan pangan Indonesia. Peningkatan dari 1,5 juta ton menjadi 5,2 juta ton menunjukkan upaya keras pemerintah dalam membangun ketahanan pangan.

Mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak fenomena El Nino pada tahun 2023 diprediksi akan terjadi pada periode Oktober hingga Desember. Periode ini menjadi perhatian khusus dalam kesiapan stok pangan nasional.

Dalam catatan Bapanas, kondisi stok CBP sebelum memasuki puncak El Nino 2023, tepatnya pada awal September 2023, tercatat berada di angka 1,52 juta ton. Angka ini menjadi titik awal perbandingan dengan kondisi stok saat ini.

Peningkatan stok yang signifikan sebelum dan sesudah puncak El Nino 2023 ini menjadi bukti nyata kesiapan pemerintah. Hal ini memberikan rasa aman bagi masyarakat terkait ketersediaan pangan pokok di tengah potensi kekeringan.

Upaya peningkatan cadangan beras ini merupakan bagian dari strategi mitigasi risiko yang matang. Pemerintah berupaya memastikan pasokan pangan tidak terganggu meskipun terjadi anomali iklim yang dapat memengaruhi produksi pertanian.

"Sekarang (CBP kita) ada sekitar 5,2 juta ton," tegas Andi Amran Sulaiman, Kepala Badan Pangan Nasional, menggarisbawahi angka fantastis cadangan beras yang dimiliki.