BISNIS.HOTNEWS.ID - Hubungan diplomatik tingkat tinggi antara Moskow dan Washington kembali terjalin melalui percakapan telepon antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari Sabtu. Pembicaraan ini terjadi menjelang berlangsungnya pertemuan puncak organisasi militer internasional.
Fokus utama dari dialog selama 85 menit tersebut adalah perkembangan terkini mengenai konflik yang masih berlangsung di wilayah Ukraina. Kedua pemimpin negara besar ini bertukar pandangan mengenai upaya deeskalasi dan mencari jalan keluar dari kebuntuan politik yang terjadi.
Selain isu Ukraina, agenda penting lainnya yang dibahas adalah persiapan dan konteks pertemuan KTT NATO yang dijadwalkan akan segera digelar di Turki. KTT tersebut menjadi forum krusial bagi aliansi Barat dalam menentukan langkah strategis ke depan.
Dilansir dari Bloomberg, pembicaraan ini juga diwarnai dengan momen diplomatik ketika Putin menyampaikan ucapan selamat secara khusus kepada Trump. Ucapan tersebut terkait dengan peringatan hari kemerdekaan Amerika Serikat yang ke-250.
Penjelasan mengenai detail percakapan disampaikan oleh Yuri Ushakov, penasihat kebijakan luar negeri Kremlin, melalui pesan audio kepada para wartawan. Ushakov memberikan konfirmasi mengenai topik-topik yang diangkat kedua kepala negara.
"Secara alami, kedua presiden juga membahas penyelesaian konflik Ukraina, termasuk menjelang partisipasi Trump dalam KTT NATO di Turki pada 7-8 Juli," ujar Yuri Ushakov.
Lebih lanjut, Ushakov menggarisbawahi komitmen Amerika Serikat dalam upaya mediasi dan penyelesaian konflik yang berkepanjangan tersebut. Pernyataan ini menegaskan peran Washington dalam dinamika Timur Eropa.
"Presiden Amerika kembali menegaskan kesiapannya untuk membantu mempercepat berakhirnya permusuhan dan mencari solusi guna mengatasi krisis," kata Yuri Ushakov.
Percakapan ini menunjukkan upaya berkelanjutan kedua pemimpin dalam menjaga saluran komunikasi terbuka, meskipun hubungan bilateral kedua negara sering kali menghadapi tantangan signifikan. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan diplomatik menjelang forum multilateral penting di Turki.