BISNIS.HOTNEWS.ID - Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, melaksanakan kunjungan kerja resmi ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) pada pertengahan Juni 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya proaktif pemerintah Indonesia dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan pembangunan nasional.
Salah satu agenda utama dalam lawatan tersebut adalah penyelenggaraan pertemuan bilateral tingkat tinggi. Purbaya dijadwalkan bertemu langsung dengan Menteri Keuangan RRT, Lan Fo'an, di Kantor Kementerian Keuangan Tiongkok, yang berlokasi di Beijing.
Pertemuan bilateral ini memiliki fokus strategis yang jelas bagi perekonomian Indonesia. Pemerintah Indonesia memandang Tiongkok sebagai mitra penting dalam mengamankan sumber daya finansial untuk berbagai proyek pembangunan yang sedang berjalan.
Target 4 Tahun: Pemerintah Dorong Swasembada Bawang Putih Demi Kurangi Dominasi Impor
Menurut keterangan resmi yang dirilis, pertemuan ini dirancang untuk memperkuat beberapa pilar utama kebijakan fiskal Indonesia. Pilar tersebut mencakup upaya peningkatan akses terhadap pembiayaan pembangunan berskala besar.
Lebih lanjut, kunjungan ini bertujuan untuk memperluas basis investor potensial yang tertarik menanamkan modalnya di Indonesia. Langkah ini dianggap krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik yang inklusif dan merata.
Selain itu, agenda kunjungan kerja ini juga mencakup upaya untuk memperdalam jalinan kemitraan ekonomi strategis yang telah terjalin antara kedua negara. Hubungan ekonomi yang solid menjadi kunci dalam menghadapi dinamika pasar global.
Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa Indonesia mengambil langkah antisipatif untuk mengamankan kepentingan ekonominya di masa mendatang. Hal ini disampaikan melalui pernyataan resmi terkait kunjungan tersebut.
"Indonesia tidak menunggu. Kami bergerak lebih awal dengan membangun fondasi pembiayaan yang kuat dan berkelanjutan agar pembangunan dapat terus berjalan di tengah berbagai tantangan global," ujar Purbaya dalam keterangan tertulis, Rabu (17/6/2026).
Dikutip dari keterangan yang disampaikan Purbaya, langkah proaktif ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan proyek-proyek prioritas tetap berjalan tanpa hambatan berarti, terlepas dari ketidakpastian ekonomi internasional.