BISNIS.HOTNEWS.ID - Manajemen PT Kabelindo Murni Tbk (KBLM), emiten yang dikenal sebagai produsen kabel listrik dan telekomunikasi, mengumumkan adanya perubahan signifikan dalam jajaran direksinya. Perubahan ini melibatkan pengunduran diri salah satu direktur perusahaan tersebut.

Peristiwa ini dikonfirmasi melalui pengumuman resmi yang disampaikan oleh Corporate Secretary KBLM, Intan Eka Dewi, kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Senin, 08 Juni 2026. Pengumuman ini menyoroti adanya surat pengunduran diri yang telah diterima perusahaan.

Pihak KBLM menyatakan bahwa mereka telah menerima surat pengunduran diri dari Syarwani Harun dari jabatannya sebagai Direktur Perseroan. Surat pengunduran diri tersebut secara resmi diterima oleh manajemen pada tanggal 5 Juni 2026.

Terkait status pengunduran diri tersebut, proses selanjutnya akan melalui mekanisme internal perusahaan sesuai dengan aturan yang berlaku. "Permohonan pengunduran diri tersebut akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan yang waktunya akan kami sampaikan lebih lanjut," kata Intan Eka Dewi dalam keterangan tertulisnya.

Intan Eka Dewi menambahkan bahwa proses penanganan pengunduran diri ini telah dilaksanakan sesuai dengan regulasi yang ditetapkan. "Langkah ini sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar Perseroan dan POJK 33/POJK.04/2014," tambahnya.

Perusahaan memberikan penegasan bahwa meskipun terjadi pergantian direksi, operasional harian perusahaan dipastikan berjalan seperti biasa. Intan menegaskan bahwa pengunduran diri ini tidak berdampak pada kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha Perseroan.

Dikutip dari pengumuman tersebut, kondisi keuangan KBLM pada kuartal I 2026 menunjukkan adanya penurunan laba bersih. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp15,98 miliar, yang merupakan penurunan signifikan sebesar 28,35% dibandingkan dengan laba bersih pada kuartal I 2025 yang mencapai Rp22,31 miliar.

Penurunan laba bersih tersebut disebut disebabkan oleh peningkatan pada beberapa pos pengeluaran perusahaan. Kenaikan beban pokok pendapatan, beban penjualan dan pemasaran, serta beban umum dan administrasi menjadi faktor utama yang menekan profitabilitas perusahaan pada awal tahun 2026.

Meskipun laba bersih mengalami penurunan, performa penjualan bersih KBLM justru menunjukkan pertumbuhan yang positif. Penjualan bersih perusahaan tercatat tumbuh 45,17%, mencapai Rp580,49 miliar pada kuartal I 2026, meningkat dari Rp468,86 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.