BISNIS.HOTNEWS.ID - Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan mencatat keberhasilan signifikan dalam mengoptimalkan basis penerimaan negara. Sepanjang tahun 2026, sebanyak 143.449 wajib pajak yang sebelumnya berstatus dormant atau tidak aktif berhasil dihidupkan kembali kewajiban perpajakannya.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas basis pajak (ekstensifikasi) tanpa perlu menaikkan tarif pajak yang sudah ada maupun menciptakan jenis pajak baru. Fokus utama adalah pada optimalisasi potensi yang sudah ada.
Keberhasilan program ekstensifikasi ini terbukti mampu menyumbang penerimaan negara yang substansial, mencapai angka fantastis sebesar Rp1,2 triliun. Angka ini menunjukkan efektivitas strategi yang diterapkan Ditjen Pajak.
Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, menjelaskan bahwa pengaktifan kembali wajib pajak yang tidak aktif ini merupakan hasil dari optimalisasi data dan sistem administrasi perpajakan yang kini semakin terintegrasi. Sistem yang canggih menjadi kunci keberhasilan.
"Buktinya ekstensifikasi tahun 2026 dari hasil kinerja tahun 2025 laporan SPT perpajakan, ini Alhamdulilah gebrakan luar biasa, ada tambahan 143.449 wajib pajak baru," ujar Bimo Wijayanto.
Beliau menambahkan, "Jadi ini adalah jumlah daripada wajib pajak dormant, inaktif yang bisa kami hidupkan kembali kewajiban perpajakannya melalui sistem." Pernyataan ini disampaikan dalam Forum Silaturahmi dan Dialog Perpajakan 2026 pada Senin, 13 Juli 2026.
Menurut Dirjen Pajak, capaian ini bukanlah hal yang biasa terjadi. Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, Ditjen Pajak membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk dapat mengumpulkan jumlah wajib pajak aktif kembali yang setara dengan pencapaian kali ini.
Keberhasilan ini menunjukkan lompatan progresif dalam efektivitas administrasi perpajakan, yang berdampak langsung pada penguatan fiskal negara.
Dikutip dari Bloomberg Technoz, strategi ini menegaskan komitmen Ditjen Pajak untuk terus berinovasi dalam mengelola sistem perpajakan demi kemajuan bangsa.