BISNIS.HOTNEWS.ID - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) baru-baru ini menemukan adanya berbagai penyimpangan dalam tata kelola di PT Pos Indonesia. Temuan ini juga mencakup adanya indikasi serius mengenai potensi manipulasi dalam laporan keuangan perusahaan milik negara tersebut.

Meskipun belum diumumkan secara spesifik mengenai periode laporan keuangan mana yang diduga mengalami manipulasi, PT Pos Indonesia pernah beberapa kali berada di bawah pengawasan khusus dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini menunjukkan adanya riwayat perhatian regulator terhadap kinerja keuangan emiten tersebut.

Perhatian BEI muncul karena PT Pos Indonesia dikategorikan sebagai emiten yang cukup aktif dalam menerbitkan instrumen surat utang atau obligasi. Sebagai emiten obligasi, perusahaan memiliki kewajiban hukum untuk menyampaikan keterbukaan informasi kepada BEI secara berkala.

Meskipun intensitas pelaporan informasi emiten obligasi tidak setinggi emiten saham, kepatuhan terhadap regulasi tetap menjadi fokus utama pengawasan pasar modal. Keterbukaan informasi ini penting demi menjaga kepercayaan investor di pasar.

Salah satu sorotan signifikan terjadi pada Agustus 2025, ketika BEI secara resmi meminta penjelasan mendalam dari manajemen PT Pos Indonesia. Permintaan ini terkait dengan adanya perubahan signifikan yang tercatat pada komponen liabilitas dalam laporan keuangan konsolidasian perusahaan.

Perubahan signifikan yang dimaksud merujuk pada lonjakan substansial pada total kewajiban keuangan perusahaan per pertengahan tahun 2025. Total liabilitas tercatat naik 32% dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya, menunjukkan adanya pergerakan neraca yang perlu dipertanggungjawabkan.

Secara angka, total liabilitas PT Pos Indonesia per 30 Juni 2025 melonjak hingga mencapai Rp9,89 triliun. Angka tersebut merupakan peningkatan substansial jika dibandingkan dengan posisi liabilitas per 31 Desember 2024 yang tercatat sebesar Rp7,51 triliun.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menemukan berbagai penyimpangan tata kelola, termasuk indikasi manipulasi laporan keuangan PT Pos Indonesia.

"Meski belum mengungkap periode laporan keuangan yang diduga dimanipulasi, Pos Indonesia sempat beberapa kali mendapat perhatian dari Bursa Efek Indonesia (BEI)," demikian disampaikan oleh pihak terkait mengenai riwayat pengawasan perusahaan tersebut.